9 Provinsi Masuk Kategori Awas Kekeringan Awal November

Di tengah lahan gersang akibat kemarau di Desa Nusa Jaya, Dompu, seorang perempuan menimba air dari sumur tua untuk memberi minum sapi dan pedet miliknya. ANTARA/Ady Ardiansah

9 Provinsi Masuk Kategori Awas Kekeringan Awal November

Lukman Diah Sari • 4 November 2026 10:42

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan sembilan provinsi di Indonesia dalam kategori Awas kekeringan pada awal November 2026. Peringatan dini ini berlaku untuk periode Dasarian I, yakni 1-10 November 2026.

Berdasarkan data Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) BMKG, tingkat kewaspadaan kekeringan dibagi menjadi tiga tingkatan: Waspada, Siaga, dan tingkat tertinggi, Awas.

Berikut rincian wilayah dengan potensi kekeringan meteorologis pada 1-10 November 2026:
  • Kategori Awas:
    Banten, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, dan Papua Selatan.

  • Kategori Siaga:
    Banten dan Sulawesi Utara.

  • Kategori Waspada:
    Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan.


Ilustrasi Medcom.id

Menyikapi meluasnya wilayah terdampak, BMKG mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air bersih. Warga juga dilarang membakar lahan maupun sampah karena kondisi lingkungan yang kering sangat rentan memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Selain itu, BMKG menyarankan pengurangan aktivitas di luar ruangan pada siang hari untuk meminimalisasi paparan terik matahari. Langkah antisipatif ini diharapkan dapat menjaga pasokan air harian dan menekan kerugian selama kemarau panjang berlangsung.

(Lukman Diah Sari)