Ilustrasi-kekeringan. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/nym.
Lombok Tengah Masih Siaga Kekeringan hingga Desember
Lukman Diah Sari • 4 November 2026 08:59
Lombok Tengah: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), menyatakan status siaga kekeringan masih berlaku meski hujan mulai turun di sejumlah wilayah.
"Lombok Tengah masih siaga kekeringan, karena hujan yang terjadi pada pekan kemarin itu belum begitu berdampak terhadap kondisi air sumur masyarakatnya," kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah Zaenal Mustakim, Rabu, 4 November 2026.
"Warga saat ini masih membutuhkan bantuan air bersih," jelas dia.
Menyikapi kondisi tersebut, BPBD berkolaborasi dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) terus menyalurkan bantuan setiap hari sesuai permintaan masyarakat. Lebih dari 100 tangki air bersih telah didistribusikan sejak musim kemarau hingga awal musim penghujan ini.

Peta peringatan dini kekeringan meteorologis di wilayah Nusa Tenggara Barat. ANTARA/HO-BMKG
Status siaga kekeringan di Lombok Tengah secara resmi berlaku sejak 1 Juli hingga Desember 2026. Daerah ini menjadi wilayah dengan dampak kekeringan terluas di NTB, mencakup sekitar 45 hingga 91 desa di sembilan kecamatan.
Sejumlah kecamatan terdampak antara lain Pujut, Praya Timur, Praya Barat, Praya Barat Daya, Praya Tengah, Jonggat, Batukliang, dan Janapria.
"Untuk anggaran penanganan dampak musim kemarau masih aman. Artinya kebutuhan air bersih untuk masyarakat masih bisa tetap dipenuhi," tegas Zaenal.