Hujan ringan belum meningkat, BPBD, FK Tagana Pangandaran pasok air bersih bagi warga terdampak dengan kapasitas 6.000 liter dilakukan di pelosok perkampungan dilakukan secara masif. (Foto: BPBD Pangandaran)
Hujan Belum Merata, BPBD Pangandaran Salurkan Air Bersih ke 116 Dusun
Lukman Diah Sari • 3 November 2026 16:31
Pangandaran: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, hingga kini masih memasok air bersih gratis bagi 15.603 Kepala Keluarga (KK) atau 44.733 jiwa di 116 Dusun, 55 Desa tersebar 10 Kecamatan. Pendistribusian air tersebut masih dilakukan meski intensitas hujan ringan belum meningkat.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran, Dodo Kusnadi mengatakan, hujan dengan intensitas ringan yang terjadi di wilayahnya belum terdampak hingga krisis air bersih semakin meluas terjadi di 116 Dusun, 55 Desa tersebar 10 Kecamatan. Pasokan air bersih gratis dilakukan diperuntukkan bagi 15.603 Kepala Keluarga (KK) atau 44.733 jiwa.
"Intensitas hujan belum terdampak bagi warga dipelosok perkampungan berbagai upaya masih dilakukan secara masif agar meringankan beban keluarga. Kebutuhan air bersih yang dipasok BPBD sudah mencapai 1.581.000, Taruna Siaga Bencana (Tagana) 2.017.194 liter, BBWS 445.000 liter, PMI 770.000 liter, PDAM 446.000 liter dengan total 5.269.194 liter," ujar, Dodo Kusnadi, Selasa, 3 November 2026.
"Bencana El Nino yang terjadi membuat banyak warga di pelosok perkampungan semakin parah lantaran kondisi air sudah menyusut drastis membuat sumur mereka kering. Namun, berbagai upaya selama ini dilakukan ke pelosok perkampungan agar meringankan beban lantaran di wilayahnya terdapat zona merah Kecamatan Parigi, kuning Kecamatan Cigugur, Cimerak, Cijulang, Sidamulih, Pangandaran, Kalipucang, Padaherang dan Mangunjaya," jelas dia.

Hujan ringan belum meningkat, BPBD, FK Tagana Pangandaran pasok air bersih bagi warga terdampak dengan kapasitas 6.000 liter dilakukan di pelosok perkampungan dilakukan secara masif. (Foto: BPBD Pangandaran)
Dodo menerangkan intensitas hujan ringan yang terjadi masih belum meningkatkan sumber air dan petugas berupaya pasok air bersih secara masif mengambilan dari sumber mata air Citumang, Cibeureum, Sidamulih diperuntukkan bagi warga. Akan tetapi, dengan pasokan tersebut agar warga bijak menggunakan air secukupnya lantaran krisis air masih terjadi meski hujan turun skala ringan.
"Krisis air bersih masih meluas lantaran ratusan sumur warga kering berada di 116 Dusun, 55 Desa tersebar di 10 Kecamatan dan kami akan terus melakukan pasok air bersih ke pelosok perkampungan sesuai permintaan. Karena, kapasitas truk tangki yang dimilikinya 5.000 liter dibantu Tagana kapasitas 6.000 liter, PMI kapasitas 5.000 dan BBWS 5.000 liter," pungkasnya.