PM Israel Benjamin Netanyahu. (AP Photo/Ohad Zwigenberg, Pool)
Willy Haryono • 8 October 2023 14:06
Tel Aviv: Kelompok pejuang Palestina Hamas telah melancarkan serangan kejutan di sejumlah kota Israel pada hari Sabtu kemarin, menewaskan setidaknya 250 warga dan menyandera puluhan lainnya.
Ini merupakan hari dipenuhi kekerasan paling mematikan di Israel sejak perang Yom Kippur 50 tahun lalu.
Lebih dari 230 warga Palestina di Jalur Gaza juga tewas dalam serangan balasan Israel, yang terus berlanjut hingga malam hari.
Dengan laporan kematian ini, maka total gabungan dari kubu Israel dan Hamas berada di angka 480, hampir mencapai 500.
"Kami akan melakukan pembalasan besar-besaran atas hari yang buruk ini," kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, mengutip dari laman The Korea Herald, Minggu, 8 Oktober 2023.
"Hamas telah melancarkan perang yang kejam dan keji. Kami akan memenangkan perang ini, tetapi harga yang harus dibayar terlalu berat untuk ditanggung," sambungnya.
"Hamas ingin membunuh kita semua. Ini adalah musuh yang membunuh ibu dan anak-anak di rumah mereka, di tempat tidur mereka. Musuh yang menculik orang tua, anak-anak, dan gadis remaja," ungkap PM Netanyahu.
Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh mengatakan bahwa serangan yang dimulai dari Jalur Gaza ini akan menyebar ke Tepi Barat dan Yerusalem.