Ilustrasi. Medcom.id
Ratusan Warga Tasikmalaya Terindikasi Positif Mengidap Penyakit TBC
Media Indonesia • 10 September 2024 17:15
Tasikmalaya: Sebanyak 600 warga di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, terindikasi positif mengidap penyakit tuberkulosis (TB) berdasarkan hasil skrining terhadap 3.000 orang selama tahun 2024. Penyakit tersebut angkanya cukup tinggi yang disebabkan dari bakteri menular berpotensi serius mempengaruhi paru-paru.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Asep Hendra, mengatakan kasus penyakit tuberkulosis (TB) di Kota Tasikmalaya selama ini angkanya cukup tinggi dan berdasarkan hasil skrining terhadap 3.000 orang di tahun 2024 terdeteksi 600 orang warga terindikasi positif mengidap TB. Namun, penyakit bakteri yang dideritanya dapat menular melalui batuk dan bersin.
"Kasus Tuberkulosis suatu penyakit bakteri menular yang berpotensi serius terutama dapat mempengaruhi paru-paru dan menyebar ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin. Akan tetapi, di wilayah Kota Tasikmalaya kasus TB cukup tinggi dan perlunya dilakukan perbaikan sistem deteksi termasuk pelaporan sehingga kasusnya bisa menurun," kata Asep di Tasikmalaya, Selasa, 10 September 2024.
| Baca: DPR Minta Aturan Kontrasepsi untuk Pelajar Direvisi
|
"Kasus yang muncul sekarang kemungkinan akan banyak pengidap TB dan para penderita dapat disembuhkan guna menekan angkanya. Akan tetapi, bagi penderita jangan khawatir karena obatnya tersedia tapi mereka selama ini harus ada kemauan berobat secara rutin agar penyakit yang dideritanya cepat sembuh," jelasnya.
Menurutnya pihaknya mengimbau supaya masyarakat untuk disiplin melaksanakan pola hidup bersih, sehat dan menghindari kontak dengan orang yang menderita TB termasuknya harus menjaga kekebalan tubuh dengan pola makan seimbang dan olahraga. Namun, bagi masyarakat diminta agar mempertimbangkan vaksinasi BCG dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
"Jika ada orang yang terkena penyakit TBC biasanya keluarga seperti malu dan mereka suka dikucilkan, karena dianggap penyakitnya menular dan tidak diperiksa. Akan tetapi, kami meminta agar mereka yang menderita TB supaya melakukan skrining terhadap keluarga dekat agar potensi penularan bisa dicegah," ujarrnya.