Trump Minta Negara Arab Normalisasi Hubungan dengan Israel demi Akhiri Perang Iran

Presiden AS Donald Trump. (Anadolu Agency)

Trump Minta Negara Arab Normalisasi Hubungan dengan Israel demi Akhiri Perang Iran

Muhammad Reyhansyah • 25 May 2026 16:35

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump disebut meminta sejumlah pemimpin negara Arab dan Muslim untuk menjalin hubungan resmi dengan Israel sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata dengan Iran guna mengakhiri perang.

Menurut laporan Axios, Trump menyampaikan tuntutan tersebut dalam percakapan telepon pada Sabtu, 23 Mei 2026 dengan para pemimpin Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Pakistan, Turki, Mesir, Yordania, dan Bahrain.

Mengutip pejabat AS, laporan itu menyebut seluruh delapan pemimpin tersebut menyatakan dukungan terhadap potensi kesepakatan dengan Teheran selama pembicaraan berlangsung.

"Kami mendukung Anda dalam kesepakatan ini," kata salah satu pejabat kepada Trump menurut laporan tersebut, dikutip dari Press TV, Senin, 25 Mei 2026.

Seorang pejabat lain yang mengetahui isi percakapan mengatakan Trump menyampaikan dirinya akan berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan berharap dapat mengikutsertakannya dalam panggilan bersama dengan kelompok pemimpin Arab dan Muslim itu di masa mendatang.

Trump juga disebut mendesak negara-negara yang belum bergabung dalam Abraham Accords untuk segera menjalin hubungan resmi dengan Israel. Abraham Accords merupakan serangkaian kesepakatan normalisasi hubungan dengan Israel yang dimediasi AS pada 2020 di bawah pemerintahan Trump.

Arab Saudi, Qatar, dan Pakistan hingga kini belum memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel.

Salah satu pejabat mengatakan terjadi "keheningan di saluran telepon" setelah Trump menyampaikan tuntutannya hingga presiden AS itu bercanda menanyakan apakah mereka masih berada di sambungan telepon.

Negosiasi AS-Iran Masih Berlangsung

Perkembangan itu terjadi ketika pembicaraan tidak langsung antara Teheran dan Washington yang dimediasi Pakistan dan difasilitasi Qatar masih berlangsung.

Negosiasi tersebut didasarkan pada proposal 14 poin Iran untuk mencapai memorandum yang bertujuan mengakhiri perang AS-Israel terhadap Iran.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei dalam wawancara televisi pada Sabtu mengatakan Iran dan AS semakin dekat menyelesaikan memorandum 14 poin untuk mengakhiri perang, menghentikan agresi maritim Amerika, serta membebaskan aset Iran yang diblokir.

Ia menegaskan fokus Iran saat ini hanya tertuju pada penghentian perang AS-Israel berdasarkan proposal tersebut yang telah beberapa kali dipertukarkan dalam proses diplomasi.

Agresi AS dan Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari melalui serangan udara yang menewaskan sejumlah pejabat dan komandan senior Iran, termasuk Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei.

Pasukan Iran kemudian melancarkan serangan rudal dan drone harian ke wilayah Israel dan pangkalan militer AS di kawasan. Iran juga menutup Selat Hormuz sebagai respons terhadap serangan tersebut yang memicu lonjakan harga minyak global.

Pada 8 April, gencatan senjata sementara yang dimediasi Pakistan mulai berlaku setelah perang berlangsung selama 40 hari.

Negosiasi kemudian berlangsung di Islamabad, namun belum menghasilkan kesepakatan karena tuntutan maksimal dari Washington dan perbedaan posisi kedua pihak.

Baca juga:  Menlu AS Marco Rubio Prediksi Terobosan Damai dengan Iran Segera Tercapai

(Willy Haryono)