Suasana rapat koordinasi operasi ketupat lancang kuning di Markas Polda Riau menetapkan kondisi mudik pada libur lebaran 2026. ANTARA/HO-Pemprov Riau
Dishub Riau Prediksi Arus Mudik Lebaran Dimulai 13 Maret
Silvana Febiari • 11 March 2026 11:27
Pekanbaru: Dinas Perhubungan (Dishub) Riau memprediksi fase arus mudik mulai terjadi pada 13–20 Maret 2026. Periode ini bertepatan dengan dimulainya rangkaian libur panjang Idulfitri yang juga bersamaan dengan perayaan Hari Raya Nyepi.
“Arus mudik diperkirakan berlangsung mulai 13–20 Maret. Puncaknya kemungkinan Selasa malam 17 Maret atau Rabu pagi, mengingat libur panjang sudah dimulai sejak hari libur Nyepi,” kata Kepala Bidang Angkutan Jalan Dishub Riau, Onki Hertawan, dikutip dari Antara, Rabu, 11 Maret 2026.
Sementara itu, fase arus balik diprediksi terjadi pada 23 hingga 29 Maret 2026. Kepadatan kendaraan diperkirakan memuncak pada 23–24 Maret 2026, ketika masyarakat mulai kembali ke daerah tempat bekerja atau beraktivitas.
Untuk mendukung kelancaran mudik, Dishub memastikan kelayakan kendaraan melalui pemeriksaan berkala. “Kami memastikan kelayakan kendaraan angkutan umum melalui pemeriksaan berkala agar seluruh armada yang beroperasi benar-benar aman dan layak jalan,” ujar Onki.
Selain itu, peningkatan pelayanan juga dilakukan di berbagai fasilitas transportasi seperti terminal, pelabuhan, dan bandara. Perbaikan layanan mencakup penyediaan ruang tunggu yang lebih nyaman serta fasilitas tempat ibadah yang layak bagi para penumpang.
Untuk mendukung mobilitas masyarakat selama periode Lebaran, Dishub Riau menyiapkan 28.380 armada transportasi darat. Selain itu tersedia lima kapal penyeberangan jenis Ro-Ro, 12 maskapai penerbangan, serta 10 kapal laut yang siap melayani perjalanan penumpang.
.jpg)
Ilustrasi mudik. MI/Bary Fathahillah
Di sisi lain, pemerintah juga akan menerapkan pembatasan operasional kendaraan angkutan barang selama periode tertentu. Pembatasan ini berlaku bagi kendaraan dengan tiga sumbu atau lebih, termasuk kereta tempel dan gandengan, guna mengurangi kepadatan lalu lintas.
Onki juga mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan mudik. Ia mengingatkan pengendara mematuhi aturan lalu lintas serta memastikan kondisi kendaraan sebelum berangkat.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu memperhatikan keselamatan, mematuhi rambu dan marka jalan, tidak membawa barang berlebihan, serta membawa kelengkapan surat kendaraan. Jika merasa lelah, sebaiknya beristirahat karena itu berbahaya bagi diri sendiri maupun orang lain,” tuturnya.