Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Bayu Meghantara, di Jakarta, 11 Februari 2026. Dokumentasi/ istimewa
Gulkarmat DKI Pakai Simulator Modern untuk Tingkatkan Kompetensi Petugas Pemadam
Deny Irwanto • 11 February 2026 14:58
Jakarta: Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta mulai menerapkan teknologi simulasi modern untuk meningkatkan kompetensi personel dalam menghadapi situasi kebakaran.
Fasilitas berupa Basic Firefighting Simulator tersebut ditempatkan di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Pusdiklatkar) Ciracas, Jakarta Timur.
"Ya ini ikhtiar kita untuk meningkatkan kapabilitas anggota. Jadi belajar dengan teknologi, belajar seperti IOT, AI, ini kan menjadi hal yang baru. Dan ini tadi disampaikan ini kita berharap menjadi akademi gitu ya, jadi ini ikhtiar kita untuk bisa meningkatkan kemampuan anggota," kata Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Bayu Meghantara, di Jakarta, 11 Februari 2026.

Fasilitas Basic Firefighting Simulator ditempatkan di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Pusdiklatkar) Ciracas, Jakarta Timur. Dokumentasi/ istimewa
Simulator tersebut dinilai memiliki keunggulan dibanding metode latihan konvensional di ruang terbuka yang terbatas dari sisi variasi skenario. Dengan sistem simulasi, personel dapat menghadapi berbagai variabel api dan risiko tanpa terpapar bahaya fisik secara langsung pada tahap awal pelatihan.
"Situasi yang dihadapi itu seperti real. Seperti apa adanya, seperti apa yang terjadi, akan dihadapi. Yang sekarang ini kan kita paling open ya, terbuka, ini lebih lengkap lah," jelas Bayu.
Ia menegaskan adaptasi terhadap perkembangan teknologi menjadi kebutuhan dalam pengembangan kualitas SDM pemadam kebakaran. Karena itu, kurikulum pelatihan terus diperbarui agar sejalan dengan perkembangan teknologi dan metode penanganan darurat.
"Iya, betul peningkatan SDM, dalam artian bahwa ya teknologi nggak mungkin bisa didiemin gitu ya. Ini kita harus ikutin, enggak ada cara lain selain mengikuti perkembangan," ungkapnya.
Pengembangan simulator dilakukan melalui studi komparasi dan kerja sama dengan lembaga pemadam kebakaran luar negeri. Gulkarmat DKI Jakarta menjalin kolaborasi dengan Singapore Civil Defence Force (SCDF) untuk memastikan mutu pelatihan setara standar regional.
"Sebagian kita bekerjasama dengan teman-teman SDF di Singapura. Dan sepertinya ini lebih levelingnya lebih baik. Ya sama-sama doa, peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat semakin baik," ujar Bayu.
Pemanfaatan teknologi simulasi ini diharapkan dapat menekan risiko kecelakaan kerja saat operasi pemadaman, sekaligus meningkatkan kecepatan respons dan ketepatan pengambilan keputusan petugas di lapangan.