masyarakat berkumpul di Pasar Wonosari, Dusun Saren, Kelurahan Wedomartani, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), untuk melaksanakan tradisi Nyadran
Jelang Ramadan, Warga Saren Sleman Hidupkan Kembali Tradisi Nyadran
Ahmad Mustaqim • 9 February 2026 13:57
Sleman: Ratusan masyarakat berkumpul di Pasar Wonosari, Dusun Saren, Kelurahan Wedomartani, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), untuk melaksanakan tradisi Nyadran. Tradisi yang digelar setiap bulan Sya'ban ini merupakan bentuk penyambutan datangnya bulan suci Ramadan.
Ketua Paguyuban Sedyo Utomo Dusun Saren, Sugeng Wahyudi, menjelaskan rangkaian kegiatan dimulai dengan ziarah ke makam setempat untuk mendoakan keluarga dan leluhur yang telah meninggal. Setelah itu, warga mengikuti pengajian, berdoa bersama, dan menikmati berbagai makanan yang dibawa (uba rampe).
“Makanannya bebas apa saja yang dibawa. Ada makanan tradisional, kue, gudeg dan nasi, ada yang bawa tahu guling,” kata Sugeng Wahyudi, Senin, 9 Februari 2026.
Ia menyebutkan sekitar 700 warga terlibat dalam kegiatan tersebut, tidak hanya warga sekitar tetapi juga yang sudah berpindah domisili. Poin penting dari Nyadran adalah mendoakan leluhur, namun Sugeng menekankan aspek kebersamaan yang melibatkan warga lintas agama.
“Warga yang beragama selain Islam juga ikut. Jadi kami saling mendoakan dalam kegiatan Nyadran,” ujarnya.

Warga di Dusun Saren, Kelurahan Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar nyadran jelang bulan ramadan. Dokumentasi/warga Dusun Saren
Meski tradisi Nyadran secara turun-temurun dilaksanakan di area pemakaman, masyarakat Dusun Saren memindahkan lokasi ke Pasar Wonosari dengan alasan keamanan dan keselamatan.
“Aslinya Nyadran kan (dilaksanakan) di makam. Karena sekarang jalanan (depan pemakaman) terlalu ramai, jadi dipindahkan lokasinya,” pungkas Sugeng.