Kebakaran di TPA Jatiwaringin Mauk Kabupaten Tangerang. Foto: Metrotvnews.com/Hendrik.
Kemenkes Kirim Ribuan Masker dan Oksigen ke TPA Jatiwaringin
M. Iqbal Al Machmudi • 5 July 2026 13:32
Tangerang: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Pusat Krisis Kesehatan menyalurkan bantuan logistik dan mengaktivasi layanan medis darurat bagi masyarakat terdampak kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten. Langkah tanggap darurat ini difokuskan untuk memitigasi risiko gangguan pernapasan akibat paparan asap pekat yang kian meluas.
“Dukungan logistik kesehatan ini kami distribusikan untuk memperkuat pelayanan kesehatan di wilayah terdampak, sekaligus mengantisipasi peningkatan kebutuhan layanan akibat paparan asap kebakaran,” ujar Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Agus Jamaludin, dalam keterangan tertulisnya, dilansir Media Indonesia, Minggu, 5 Juli 2026.
Agus memaparkan, bantuan medis yang diterjunkan ke lokasi meliputi 15 unit oksigen konsentrator, 6 unit oksimeter, 3 unit air purifier, 11.500 lembar masker bedah, hingga 5.000 pasang sarung tangan medis. Tak hanya itu, Kemenkes juga mendirikan dua unit tenda rumah sakit lapangan berukuran besar lengkap dengan 10 unit veltbed sebagai pusat penanganan darurat bagi warga yang membutuhkan pertolongan pertama secara cepat.
Penempatan posko kesehatan lapangan ini dipusatkan pada titik-titik krusial yang jauh dari akses rumah sakit namun memiliki konsentrasi kepulan asap paling tebal. Kemenkes bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang untuk membagi klaster pelayanan secara taktis di beberapa wilayah kerja puskesmas.

Petugas dan sejumlah alat berat beraktivitas di area kebakaran TPA Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, untuk melakukan pemadaman pada Jumat, 3 Juli 2026. Foto: ANTARA/Azmi Samsul M.
“Kami menyiapkan dua unit tenda kesehatan. Satu tenda sudah difungsikan di lokasi terdampak untuk pelayanan masyarakat, sedangkan satu tenda lainnya masih kami standby-kan di Puskesmas Rajeg agar sewaktu-waktu dapat segera dimobilisasi apabila ada titik terdampak baru,” jelas Agus.
Hingga saat ini, posko medis di sekitar area TPA Jatiwaringin telah diinstruksikan bersiaga penuh selama 24 jam nonsetop. Sinergi antara Puskesmas Rajeg, Puskesmas Mauk, dan Puskesmas Sukadiri terus diperketat guna mengantisipasi lonjakan pasien dengan keluhan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).