Seorang petugas kesehatan melakukan menyemprotan fogging di perumahan padat penduduk untuk mencegah penyebaran DBD, di Sungailiat, Senin, 2 Februari 2026. ANTARA/Kasmono
Warga Bangka Diajak Bersihkan Lingkungan untuk Cegah Penyebaran DBD
Silvana Febiari • 2 February 2026 10:59
Bangka: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), gencar menekan penyebaran kasus Demam Darah Dengue (DBD). Salah satunya melalui gerakan membersihkan sampah di lingkungan padat penduduk sebagai langkah pencegahan dini.
"Gerakan membersihkan sampah di lingkungan padat penduduk sebagai cara dini mencegah penyebaran kasus DBD," kata Staf Ahli Bupati Bangka Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Boy Yandra, dikutip dari Antara, Senin, 2 Februari 2026.
Ia mengatakan cuaca yang panas seperti saat ini waktu yang tempat membersihkan sampah di lingkungan rumah. Apalagi, sejumlah tempat di Kabupaten Bangka sebelumnya terdampak banjir akibat curah hujan.
"Penyebaran DBD yang disebabkan digigit oleh nyamuk Aedes aegypti biasanya dipicu oleh kondisi lingkungan yang tidak bersih," ujar Boy.
Boy mengakui penyakit DBD masih menjadi salah satu isu kesehatan masyarakat di Kabupaten Bangka karena tingkat penyebaran tinggi. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, sepanjang 2025 tercatat 384 kasus DBD, sementara pada Januari 2026 telah ditemukan 20 kasus.
"20 kasus DBD tersebut tersebar di sejumlah wilayah kecamatan, seperti Kecamatan Sungailiat, Kecamatan Belinyu, dan Kecamatan Riau Silip," jelas Boy Yandra yang menjabat Ketua Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Bangka Belitung.

Ilustrasi. Foto: Freepik.com.
Dia mengatakan puluhan penderita DBD telah mendapatkan penanganan dari tim medis di puskesmas setempat. Selain itu, dilakukan juga fogging nyamuk sebagai upaya mengendalikan populasi nyamuk dewasa penyebab DBD.
"Saya optimis kasus DBD tahun 2026 lebih rendah dibanding tahun sebelumnya jika tertanam prilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan masyarakat, karena diketahui jentik nyamuk Aedes aegypti suka berkembang di lingkungan yang tidak dijaga kebersihan termasuk berkembang biak di genangan air," jelasnya.
Boy mengingatkan masyarakat jika ada anggota keluarga mengalami genjala DBD seperti nyeri otot, demam tinggi, sakit kepala, mual, dan muntah, segera dibawa ke puskesmas terdekat supaya segera mendapat penanganan perawatan.
"Tim kesehatan akan segera melakukan epidemologi atau melakukan tindakan untuk menemukan penyebab penyakit di lingkungan pasien DBD," ujarnya.