Sempat Bersitegang, Trump Bertemu Presiden Kolombia Gustavo Petro di Gedung Putih

Presiden AS Donald Trump bertemu Presiden Kolombia Gustavo Petro di Gedung Putih, Washington, 3 Februari 2026. (Anadolu Agency)

Sempat Bersitegang, Trump Bertemu Presiden Kolombia Gustavo Petro di Gedung Putih

Willy Haryono • 4 February 2026 06:44

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bertemu Presiden Kolombia Gustavo Petro di Gedung Putih, setelah berbulan-bulan keduanya terlibat adu pernyataan di ruang publik.

Sebelumnya, kedua pemimpin kerap membahas arus narkotika yang masuk ke Amerika Serikat, dengan Trump menuding Kolombia sebagai pihak utama yang membawa kokain ke negaranya. Salah satu titik perseteruan juga muncul ketika Petro menolak menerima deportan dalam sebuah penerbangan yang dikirim oleh pemerintahan Trump.

Saat Petro tiba di Gedung Putih, kunjungan tersebut jauh dari protokol kenegaraan berprofil tinggi, tanpa penghormatan militer tradisional maupun upacara seremonial sebagaimana lazimnya kunjungan kepala negara.

Dalam pernyataan-pernyataan sebelumnya, Trump bahkan pernah menyebut Petro sebagai “orang sakit” terkait dugaan arus narkoba, serta mengancam aksi militer terhadap Kolombia, dengan merujuk pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Januari sebagai bentuk peringatan.

Petro pun tidak tinggal diam. Ia secara terbuka mengecam serangan Amerika Serikat terhadap kapal-kapal yang diduga terkait narkoba, bahkan menuduh Trump bertanggung jawab atas tewasnya seorang nelayan Kolombia dalam salah satu serangan tersebut. Petro juga mengkritik kebijakan imigrasi AS.

Namun, pada bulan lalu, hubungan keduanya tampak melunak setelah percakapan telepon antara Trump dan Petro. Trump bahkan menunjukkan optimisme menjelang pertemuan itu.

“Dia sangat baik dalam satu atau dua bulan terakhir,” kata Trump kepada wartawan pada Senin. “Sebelumnya dia sangat kritis, tetapi entah bagaimana setelah operasi di Venezuela, dia menjadi sangat baik. Sikapnya berubah drastis. Saya menantikan pertemuan dengannya.”

Trump menambahkan bahwa pembicaraan akan berfokus pada isu narkoba, namun tetap menyebutnya sebagai “pertemuan yang sangat baik.”

Pada Oktober lalu, pemerintahan Trump menyatakan akan menjatuhkan sanksi terhadap Petro, keluarganya, dan seorang anggota pemerintah Kolombia. Namun, sanksi tersebut dicabut agar Petro dapat berkunjung ke Washington.

Setelah pertemuan bilateral pada Selasa itu berakhir, Petro mengunggah foto-foto hadiah yang ia terima dari Trump di platform X, termasuk foto kenang-kenangan kunjungannya.

Trump kemudian mengatakan bahwa ia menilai Petro sebagai sosok yang “hebat” dan menambahkan bahwa keduanya cocok satu sama lain setelah pertemuan tersebut.

Baca juga:  Profil Gustavo Petro, Presiden Kolombia yang Tegas Hadapi Ancaman Trump

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)