Kondisi wilayah terdampak bencana alam di Sumatra Utara. (Dokumentasi/ Metro TV)
Lukman Diah Sari • 29 November 2025 20:17
Silangit: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan bahwa operasi penanganan darurat di wilayah Sumatra Utara (Sumut) terus dipercepat, khususnya di tiga wilayah terdampak paling parah, yakni Sibolga, Tapanuli Tengah (Tapteng), dan Tapanuli Selatan (Tapsel). Kepala BNPB Suharyanto mengatakan, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) difokuskan pada wilayah-wilayah yang masih melaporkan korban hilang.
“Di Sibolga ada tiga orang dalam pencarian. Sementara di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan juga masih ada laporan warga hilang. Operasi SAR dimaksimalkan 24 jam,” ujar Suharyanto dalam keterangan resminya, Sabtu, 29 November 2025.

Alat berat berupaya membersihkan material longsor yang dipicu oleh cuaca ekstrem di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, Kamis (27/11). FOTO: BPBD Kabupaten Humbang Hasundutan.
Selain pencarian korban, BNPB juga mempercepat pendistribusian bantuan logistik ke sejumlah wilayah yang masih terisolasi, terutama di Tapanuli Tengah (Tapteng).
Untuk menjangkau lokasi-lokasi yang tidak dapat ditembus jalur darat, BNPB menyiagakan helikopter MI-17 dan dua helikopter tambahan guna mengangkut bantuan kebutuhan dasar, peralatan darurat, serta permakanan.