Aceh Singkil dan Aceh Timur Masih Dilanda Karhutla

Petugas dan warga berjibaku memadamkan api yang membakar lahan mineral di Kabupaten Aceh Singkil, Aceh. ANTARA/HO-BPBD Kabupaten Aceh Singkil

Aceh Singkil dan Aceh Timur Masih Dilanda Karhutla

Silvana Febiari • 3 June 2026 15:54

Aceh: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih melanda dua kabupaten di Provinsi Aceh dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut dilaporkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang terus memantau perkembangan penanganan di lapangan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan kejadian karhutla terbaru dilaporkan melintasi kawasan administratif Kabupaten Aceh Singkil dan Kabupaten Aceh Timur.

"Kondisi terkini, api berhasil dipadamkan pada Selasa (2 Juni), proses pemadaman dilakukan atas kolaborasi BPBD dan instansi terkait lainnya," katanya, dilansir dari Antara, Rabu, 3 Juni 2026. 
 


Abdul memaparkan kebakaran di Aceh Singkil melanda lahan seluas satu hektare yang terletak di Desa Kampung Baru, Kecamatan Singkil Utara, Senin siang, 1 Juni 2026. Sementara karhutla di Kabupaten Aceh Timur menghanguskan satu hektare lahan kering di kawasan Gampong Tumpok Teungoh, Kecamatan Julok, Minggu, 31 Mei 2026. 

Dalam operasi penanggulangan di Aceh Timur, tim gabungan lintas instansi langsung menerjunkan sedikitnya tiga unit armada mobil pemadam kebakaran ke titik api. Upaya ini dilakukan guna melokalisasi rambatan hingga padam total.


Mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api yang membakar lahan seluas kurang lebih tiga hektare di Kabupaten Aceh Tengah, Aceh. ANTARA/HO-BPBD Aceh Tengah


Merespons mulai maraknya fenomena karhutla di awal musim kemarau ini, BNPB meminta jajaran pemerintah daerah untuk memperketat pengawasan melalui patroli berkala. Personel dan alat pemadam diminta siaga di zona rawan.

BNPB juga meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) lebih aktif memberikan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya karhutla. Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun mengolah sampah di dekat vegetasi kering karena berisiko memicu kebakaran yang lebih luas.

(Silvana Febiari)