Pramono Siapkan Formula Tekan Polusi Udara Jakarta

Suasana lanskap kota yang diselimuti polusi udara di Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/nym/am.

Pramono Siapkan Formula Tekan Polusi Udara Jakarta

Fachri Audhia Hafiez • 4 May 2026 18:25

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk segera melakukan langkah konkret dalam menangani buruknya kualitas udara di Ibu Kota. Hal ini merespons data IQAir yang sempat menempatkan Jakarta sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia dengan kategori tidak sehat pada Minggu, 3 Mei 2026.

“Yang jelas Jakarta segera berbenah menangani persoalan polusi,” ujar Pramono di Jakarta Pusat, dilansir Antara, Senin, 4 Mei 2026.
 


Salah satu solusi utama yang didorong adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Pemprov DKI Jakarta pun telah menandatangani kerja sama dengan Danantara untuk membangun dua titik PLTSa yang diproyeksikan mampu menghasilkan listrik hingga 120 megawatt.

Pramono juga menyoroti emisi dari industri berbasis batu bara di luar wilayah Jakarta, seperti di kawasan Suralaya, yang dampaknya kerap terbawa angin masuk ke wilayah Ibu Kota. Menurutnya, pengurangan emisi di wilayah penyangga tersebut akan berdampak signifikan bagi kesehatan warga Jakarta.

“Kalau itu bisa dikurangi, terutama di daerah Suralaya yang kemudian udaranya masuk ke Jakarta, itu akan secara signifikan mengurangi polusi,” jelas Pramono.


Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Dok. Antara.

Selain sektor energi, Pemprov DKI menargetkan perombakan besar-besaran pada armada transportasi publik. Pramono memproyeksikan transformasi total seluruh bus TransJakarta menjadi kendaraan listrik (EV) dalam beberapa tahun ke depan untuk menekan polusi dari sektor transportasi.

“Dalam program ke depan, saya menargetkan tahun 2030 Jakarta sudah betul-betul semua busnya EV bus atau bus listrik yang jumlahnya kurang lebih 10.000 unit,” ungkapnya.

Saat ini, transisi tersebut sudah mulai berjalan dengan 460 unit bus listrik yang telah beroperasi di jalanan Jakarta. Jumlah ini akan terus ditambah secara bertahap hingga mencapai target 10.000 unit pada 2030 guna memastikan kualitas udara Jakarta kembali bersih dan layak bagi masyarakat.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)