Target Kemenkes Turunkan Angka Kematian Ibu Jadi 400 Kasus

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin/Metro TV/Kautsar

Target Kemenkes Turunkan Angka Kematian Ibu Jadi 400 Kasus

M. Iqbal Al Machmudi • 30 April 2026 11:49

Jakarta: Sebanyak 84 juta anak Indonesia saat ini, diprediksi menjadi tumpuan bangsa saat Indonesia. Terutama, saat Indonesia mencapai usia satu abad pada 2045. 

Mengingat krusialnya masa depan mereka, Kementerian Kesehatan RI meluncurkan Konsorsium 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Hal itu, untuk memastikan setiap anak mendapatkan awal kehidupan terbaik, sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menetapkan target besar untuk menyelamatkan nyawa ibu dan bayi melalui konsorsium ini. Budi juga menegaskan bahwa pemerintah tidak akan berkompromi dengan angka kematian ibu dan bayi, dengan target penurunan kasus hingga sepuluh kali lipat dari kondisi saat ini.

"Target saya, dari 4.000 kematian ibu per tahun harus turun di bawah 400. Dari 30.000 kematian bayi per tahun, harus turun di bawah 3.000," kata Budi, dikutip dari Media Indonesia, Kamis, 30, April 2026.

Untuk mencapai target tersebut, Budi meminta agar seluruh intervensi dilakukan secara spesifik dan berbasis data. Fokus utama pemerintah diarahkan pada pencegahan gangguan kehamilan dan persalinan,
 


"Begitu pula angka stunting, harus turun di bawah 7 persen. Kita tidak bisa kerja biasa-biasa saja sementara ini berkaitan dengan nyawa dan masa depan anak-anak kita," kata Budi.

Menurut Budi, penanganan ibu hamil menjadi amat penting. Seperti penanganan tekanan darah tinggi pada ibu hamil (pre eklampsia) serta masalah pernapasan dan infeksi pada bayi baru lahir (sepsis).

Langkah konkret yang dilakukan mulai dari mewajibkan pemeriksaan kehamilan minimal 8 kali dan mendistribusikan 10.000 alat USG ke seluruh Puskesmas untuk deteksi dini. 

Selain itu, pemerintah menyiapkan regulasi untuk memproduksi suplemen multivitamin dan mineral (MMS) di dalam negeri, guna mencukupi gizi ibu hamil. Upaya penguatan layanan ini telah mulai diuji coba di 9 rumah sakit daerah serta 36 Puskesmas di wilayah Bogor, Bandung, dan Garut.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas, Maria Endang Sumiwi, menambahkan bahwa Indonesia menunjukkan kemajuan dalam penanganan stunting dengan meningkatnya jumlah indikator kesehatan yang berhasil dicapai dari 3 poin pada 2024 menjadi 8 poin pada 2025. 

Fokus pemerintah adalah memastikan bayi tidak hanya bertahan hidup, tetapi juga tumbuh dengan gemilang melalui pemantauan gizi dan stimulasi yang tepat.


Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin/Metro TV/Kautsar

Konsorsium 1.000 HPK hadir untuk menyatukan langkah antara pemerintah, sektor swasta, akademisi, hingga organisasi masyarakat yang selama ini sering berjalan sendiri-sendiri. Kerja sama ini diharapkan dapat menghilangkan tumpang tindih program melalui empat kelompok kerja yang memantau fase sebelum hamil hingga anak berusia dua tahun.

Dalam pelaksanaannya, Kemenkes menggandeng Rabu Biru Foundation sebagai sekretariat konsorsium.  Direktur Eksekutif Rabu Biru Foundation, Toro Sudarmadi, menyatakan komitmennya untuk menyelaraskan koordinasi lintas sektor agar setiap inisiatif mitra dapat terukur manfaatnya secara langsung bagi masyarakat.

Keberhasilan program besar ini nantinya akan diukur dari satu hal mendasar, yakni apakah bayi yang lahir esok hari bahkan di pelosok desa sekalipun benar-benar mendapatkan layanan kesehatan dan asupan gizi terbaik di 1.000 hari pertamanya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)