BMKG Pasang Alat Sensor Gempa di Maluku Utara

Ilustrasi gempa bumi. (Metrotvnews.com)

BMKG Pasang Alat Sensor Gempa di Maluku Utara

Silvana Febiari • 2 April 2026 11:04

Ternate: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan memasang alat sensor gempa portabel di sejumlah titik strategis di sekitar Ternate, Maluku Utara. Pemasangan alat ini bertujuan untuk menangkap data aktivitas seismik secara lebih sensitif dan mendalam.

"Kami akan memasang portable seismographs di sekitar Maluku Utara dan Ternate. Nanti kita koordinasikan dengan UPTD setempat," kata Plt. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dalam konferensi pers, Kamis, 2 April 2026. 
 


Rachmat menekankan, meskipun gempa-gempa susulan yang terjadi saat ini berskala kecil atau mikro, pencatatannya sangat krusial bagi analisis geofisika. Melalui alat ini, BMKG dapat melakukan pemetaan mikroseismik untuk memonitor sebaran gempa susulan secara presisi. 

"Catatan gempa-gempa mikro ini, meski tidak berdampak serius, menjadi sangat penting untuk mengetahui seberapa lama gempa susulan akan berakhir. Apalagi ini masih dalam hitungan jam setelah gempa utama," tambahnya.

Selain aspek teknis melalui alat sensor, BMKG juga menurunkan tim untuk melakukan survei makroseismik guna memetakan sebaran kerusakan bangunan. Langkah ini diambil untuk memastikan mitigasi yang tepat bagi warga terdampak.


Plt. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono. (Dokumentasi/ BMKG)


Saat ini, BMKG berkomitmen untuk terus memperbarui informasi secara berkala kepada masyarakat melalui media massa. Warga diimbau untuk tetap tenang namun waspada, serta mengikuti arahan resmi dari BMKG terkait perkembangan aktivitas gempa susulan di wilayah Maluku Utara.

"Kami terus melakukan monitoring dan updating informasi ke media," ujar Rachmat.

Sebelumnya, wilayah Pantai Barat Daya Pulau Batang Dua, Ternate (Maluku Utara) diguncang gempa tektonik pada pukul 05.48.14 WIB. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi tersebut memiliki parameter update dengan magnitudo M7,6.

Sementara episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,25 derajat Lintang Utara (LU) dan 126,27 derajat Bujur Timur (BT). Tepatnya berlokasi di laut pada jarak 129 kilometer arah Tenggara Bitung (Sulut)  pada kedalaman 33 kilometer.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)