Selat Hormuz jadi perairan penting dalam rute perdagangan minyak. Foto: Press TV
Garda Revolusi: Selat Hormuz Takkan Kembali ke Status Lama Bagi AS dan Israel
Dimas Chairullah • 6 April 2026 10:46
Teheran: Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan bahwa Selat Hormuz telah mengalami perubahan strategis yang bersifat permanen.
Pihak Iran menegaskan jalur perairan vital tersebut tidak akan pernah kembali ke status sebelumnya, terutama bagi Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Melansir Press TV, Senin 6 April 2026, Komando Angkatan Laut IRGC dalam pernyataan resminya di akun X, pada Minggu malam menyebut era hegemoni asing di Teluk Persia telah berakhir secara definitif. Realitas baru ini diklaim membuat kekuatan luar kawasan, yang dipimpin oleh AS, tidak lagi dapat mendikte persyaratan di lingkungan maritim Iran.
"Selat Hormuz tidak akan pernah kembali ke statusnya semula, terutama bagi AS dan rezim Zionis," tegas pernyataan resmi IRGC tersebut.
Saat ini, Angkatan Laut IRGC dilaporkan telah mencapai tahap akhir persiapan operasional untuk membangun arsitektur keamanan baru yang mandiri di kawasan. Langkah ini mencakup peningkatan pengerahan Angkatan laut, sistem pemantauan canggih, serta kemampuan respons cepat guna melindungi perairan teritorial Iran.
Ketegangan terbaru ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump memperbarui ancamannya untuk melepaskan "neraka" jika Iran tetap menutup Selat Hormuz. Trump mengisyaratkan akan meluncurkan serangan besar-besaran terhadap infrastruktur pembangkit listrik dan jembatan di seluruh Iran pada hari Selasa mendatang.
Otoritas Iran mengindikasikan bahwa jalur energi dunia ini tetap terbuka bagi lalu lintas internasional, kecuali bagi kapal-kapal yang memiliki keterkaitan dengan AS, Israel, dan sekutunya. Sebagai informasi, hampir seperlima pasokan minyak global melintasi selat ini sebelum pecahnya perang.
Pembatasan lalu lintas kapal di Selat Hormuz telah memicu kenaikan signifikan pada harga energi dan komoditas global. Para pakar ekonomi memperkirakan dampak ini akan terus meroket ke tingkat historis jika konfrontasi militer di wilayah tersebut tidak segera mereda.
Pihak militer Iran pun telah memperingatkan bahwa setiap upaya AS atau sekutunya untuk memulihkan dominasi militer di jalur tersebut akan menghadapi respons yang cepat, tegas, dan luar biasa dari pasukan pertahanan Iran.