Jelang May Day, Ini Tuntutan Organisasi Buruh yang Dipimpin Said Iqbal

Peringatan hari buruh atau May Day 2025 di silang monas BPMI Setpres

Jelang May Day, Ini Tuntutan Organisasi Buruh yang Dipimpin Said Iqbal

Muhamad Marup • 6 April 2026 19:02

Jakarta: Bulan depan 1 Mei 2026, para buruh dan pekerja akan kembali merayakan Hari Buruh Internasional atau May Day. Sebagai bagian dari perayaan, para buruh akan menggelar aksi untuk menyampaikan tuntutan-tuntutan terkait ketenagakerjaan.

Salah satu organisasi buruh yang rutin menggelar aksi tiap 1 Mei adalah Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). Organisasi buruh pimpinan Said Iqbal itu akan membawa dua isu utama sebagai tuntutannya.

Melansir unggahan instagram @kspi_citu, dua isu utama yang akan jadi tuntutan untuk pemerintah adalah terkait Outsourcing dan Upah Murah.

Outsourcing

Pada unggahan tersebut, KSPI menilai status pegawai outsourcing menimbulkan berbagai masalah seperti status tidak pasti, mudah diganti, dan hak terbatas.

Banyak pekerja masih berada dalam status outsourcing. Kerja sama, target sama, tapi status berbeda. Ini menciptakan ketidakpastian jangka panjang.

Upah Murah

Upah murah mengakibatkan para pekerja tidak cukup memenuhi kebutuhan di tengah harga naik dan tekanan keluarga. Upah yang tidak cukup membuat pekerja harus terus berjuang memenuhi kebutuhan dasar.

Selain kedua isu tersebut, KSPI juga meminta perhatian lebih kepada nasib buruh perempuan yang paling terdampak dua isu tersebut.


Unggahan Instagram KSPI_citu


Buruh perempuan sering menghadapi beban ganda: bekerja dan mengurus keluarga. dalam kondisi upah murah, tekanan ini menjadi lebih berat.

Selain KSPI, organisasi buruh lain juga akan menjadikan momentum May Day sebagai ruang untuk menyampaikan tuntutan. Tuntutan tersebut bisa jadi berbeda, tapi tetap dengan tujuan yang sama untuk menyejahterakan para buruh dan pekerja.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)