7.704 Warga Karawang Terdampak Krisis Air Bersih Akibat Kemarau

Pendistribusian air bersih kepada warga terdampak kemarau di Karawang. (ANTARA/Ali Khumaini)

7.704 Warga Karawang Terdampak Krisis Air Bersih Akibat Kemarau

Silvana Febiari • 20 July 2026 14:47

Karawang: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang, Jawa Barat mencatat 2.585 keluarga atau 7.704 jiwa di enam desa terdampak krisis air bersih akibat musim kemarau. Kondisi tersebut membuat warga membutuhkan bantuan pasokan air bersih.

"Sejak beberapa bulan terakhir hingga saat ini, kami terus menyalurkan bantuan air bersih ke daerah kekeringan," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Karawang Ferry Muharram, dilansir dari Antara, Senin, 20 Juli 2026.  

Berdasarkan data terbaru, total kebutuhan air bersih yang telah didistribusikan mencapai 152.000 liter untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
 


Enam desa yang mengalami krisis air bersih meliputi Desa Mulangsari di Kecamatan Pangkalan, Desa Kutalanggeng dan Desa Cintalanggeng di Kecamatan Tegalwaru, serta Desa Mulyasejati, Desa Kutanegara, dan Desa Parungmulya di Kecamatan Ciampel.

Sebelumnya, BPBD Karawang mencatat 5.494 warga atau 1.836 kepala keluarga terdampak kekeringan di empat desa. Wilayah terdampak meliputi Desa Kutalanggeng di Kecamatan Tegalwaru serta Desa Kutanegara, Mulyasejati, dan Parungmulya di Kecamatan Ciampel.


Ilustrasi. (freepik)


Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah terdampak. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau.

Masyarakat diimbau menghemat penggunaan air dan segera melapor jika mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Laporan tersebut diperlukan agar penyaluran bantuan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.

(Silvana Febiari)