Tiga Desa di Karawang Kesulitan Air Bersih Akibat Kemarau

Warga menerima pendistribusian air bersih di Karawang. ANTARA/HO-BPBD Karawang

Tiga Desa di Karawang Kesulitan Air Bersih Akibat Kemarau

Silvana Febiari • 7 July 2026 22:20

Karawang: Tiga desa di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, kesulitan air bersih sebagai dampak dari musim kemarau. Ketiga desa tersebut berada di wilayah Kecamatan Tegalwaru dan Ciampel.

"Sebanyak 3.428 jiwa dari 1.228 keluarga di tiga desa, yakni Desa Kutalanggeng, Kecamatan Tegalwaru serta Desa Kutamekar dan Mulyasejati, Kecamatan Ciampel mengalami kesulitan air bersih," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang Ferry Muharram, dilansir dari Antara, Selasa, 7 Juli 2026. 

Sebagai langkah penanganan daerah terdampak kemarau, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang melalui BPBD telah menyalurkan 75.000 liter air bersih ke daerah terdampak.


Pendistribusian air bersih ke wilayah terdampak dilakukan secara bertahap sejak awal Juni 2026. Penyaluran dilakukan berdasarkan laporan masyarakat maupun permintaan dari pemerintah desa.

"Sampai saat ini kebutuhan air bersih masyarakat di tiga desa terdampak masih dapat dipenuhi melalui kolaborasi BPBD dengan Perumdam Tirta Tarum Karawang," ujarnya.


Ilustrasi - Kekeringan. (ANTARA/Raisan Al Farisi/dok)


BPBD Karawang terus melakukan pemantauan melalui petugas yang berada di daerah terdampak guna memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Langkah ini merupakan bentuk antisipasi kemungkinan meluasnya wilayah yang terdampak kekeringan.

BPBD Karawang mengimbau warga untuk menghemat penggunaan air bersih di tengah ancaman kekeringan akibat musim kemarau.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau pada tahun ini terjadi pada Juli hingga September. Puncaknya diprakirakan pada Agustus.

Musim kemarau tahun ini secara umum diperkirakan lebih kering dan berlangsung lebih panjang.

(Silvana Febiari)