Rumah penemuan 11 bayi di Kabupaten Sleman, DIY. Metro TV
11 Bayi Temuan di Sleman Bakal Dipulangkan ke Orang Tua Masing-Masing
Ahmad Mustaqim • 21 May 2026 12:01
Sleman: Sebanyak sebelas bayi yang ditemukan di wilayah Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), tengah dipersiapkan untuk dikembalikan kepada orang tua masing-masing. Tahapan yang hingga kini masih berjalan meliputi pencocokan identitas serta penelusuran orang tua kandung dari tiap-tiap bayi.
"Proses ini dilakukan dengan pendampingan Dinas Sosial (Dinsos) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk melakukan serangkaian pemeriksaan tertentu," tutur Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polresta Sleman, AKP Mateus Wiwit Kustiyadi, pada Kamis, 21 Mei 2026.
Wiwit menjelaskan proses verifikasi tersebut mencakup pengecekan identitas orang tua kandung, pencocokan data kependudukan, serta upaya memastikan keabsahan ikatan keluarga. Menurutnya, hingga saat ini telah ada dua bayi yang sudah dijemput langsung oleh orang tua biologis mereka.
"Sisanya masih dalam tahap proses. Kami berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait. Jangan sampai bayi-bayi ini kami kembalikan, tetapi langkah kami justru keliru," ucapnya.
Wiwit menambahkan bahwa prosedur yang dijalankan saat ini mengutamakan aspek keselamatan dan kondisi kesehatan para bayi. Hal ini mengingat beberapa di antara mereka diketahui memiliki gangguan kesehatan, termasuk di antaranya ada yang menderita penyakit kelainan jantung sejak lahir.
Sementara itu, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Sleman, Dimas Ariyanto, menyampaikan bahwa para bayi tersebut berhak memperoleh perawatan, pengasuhan, serta perlindungan semenjak mereka dilahirkan. Ia menilai bahwa bidan yang menangani persalinan bayi-bayi itu telah bertindak melampaui batas kewenangan yang seharusnya.
.jpg)
Ilustrasi Pexels
"Izin praktik kebidanan sejatinya untuk menangani proses persalinan, tetapi dalam kasus ini telah melebihi kewenangan, yakni berfungsi menjadi tempat penitipan bayi atau anak," ujarnya.
Dimas juga mengungkapkan bahwa lembaganya turut ambil bagian dalam koordinasi pemenuhan hak-hak seluruh bayi tersebut. Ia menegaskan bahwa kepentingan terbaik bagi bayi-bayi itu harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan yang diambil.