Kuasa Usaha Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, dalam acara Simposium The Connect di Westin Hotel Jakarta, pada Senin, 25 Mei 2026. (Metrotvnwes.com)
Australia Tegaskan Pendidikan sebagai Jantung Kemitraan dengan Indonesia
Dimas Chairullah • 25 May 2026 11:54
Jakarta: Kuasa Usaha Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, menegaskan bahwa sektor pendidikan merupakan salah satu pilar paling abadi dan telah lama menjadi jantung dalam kemitraan bilateral antar kedua negara.
Pernyataan tersebut disampaikan saat dirinya membuka secara resmi acara Simposium The Connect di Westin Hotel Jakarta, pada Senin, 25 Mei 2026.
Acara berskala internasional yang mempertemukan perwakilan dari 18 institusi pendidikan tinggi Australia dan 15 institusi pendidikan tinggi Indonesia ini secara khusus berfokus pada penguatan Kemitraan Pendidikan Transnasional (TNE).
Dalam pidato pembukaannya, Gita menyoroti rekam jejak panjang kerja sama kedua negara di bidang pendidikan yang telah sukses membangun pengetahuan, mengembangkan keterampilan, dan memupuk hubungan antar-masyarakat yang erat.
"Dampak dari upaya ini dapat dilihat di seluruh Indonesia. Saat ini, lebih dari 200.000 alumni Australia tersebar di seluruh Indonesia, memberikan kontribusi signifikan di sektor pemerintahan, bisnis, akademisi, dan masyarakat sipil," ungkap Gita di hadapan puluhan pimpinan universitas dan perwakilan pemerintah.
Anda adalah para pemimpin, inovator, dan bukti nyata dari nilai yang dibawa pendidikan bagi kemitraan kita," sambungnya.
Gita juga memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen pemerintah Indonesia dalam memajukan pengembangan sumber daya manusia (SDM) serta memperkuat ekosistem sains dan penelitian.
Ia meyakini bahwa visi strategis tersebut akan menjadi motor penggerak utama bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
Persahabatan Melalui Pendidikan yang Kuat
Gita menegaskan bahwa Australia selalu siap menjadi mitra strategis melalui kolaborasi pendidikan internasional yang lebih erat.Di tengah tantangan perubahan teknologi yang serba cepat dan pergeseran tren kebutuhan tenaga kerja global, Gita menilai inovasi melalui Pendidikan Transnasional (TNE) menawarkan potensi yang sangat masif.
"Hal ini memungkinkan kita untuk berpikir melampaui model studi internasional tradisional dan mengembangkan kolaborasi inovatif yang lebih mudah diakses, lebih inklusif, dan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan ekonomi kita," paparnya.
Menutup sambutannya, Gita mengingatkan bahwa kemitraan institusional yang kokoh tidak pernah terjadi secara kebetulan, melainkan harus dibangun di atas fondasi rasa saling percaya, ambisi bersama, dan dialog yang berkesinambungan.
Mencairkan suasana simposium, Gita bahkan memberikan sentuhan hangat dengan melantunkan sebuah pantun berbahasa Indonesia yang disambut seruan antusias oleh para hadirin.
Pantun tersebut menyiratkan pesan persahabatan agar Indonesia dan Australia terus melangkah maju bersama melalui pendidikan yang kuat.
Sebagai informasi, Simposium The Connect ini turut dihadiri oleh Utusan Khusus Bisnis Australia untuk Indonesia, Profesor Jennifer Westacott AO, serta perwakilan tinggi dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.
Baca juga: Australia dan Indonesia Perkuat Kerja Sama dalam Pemberantasan Perdagangan Manusia