Tindakan Israel Tahan Jurnalis Indonesia Dikecam, Keselamatan Pers Harus Dihormati

Relawan WNI yang diculik Israel, dok: Instagram @globalpeaceconvoy.

Tindakan Israel Tahan Jurnalis Indonesia Dikecam, Keselamatan Pers Harus Dihormati

Anggi Tondi Martaon • 19 May 2026 11:49

Jakarta: Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mengecam penahanan jurnalis Indonesia oleh militer Israel saat mengikuti misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla 2.0 menuju Gaza dan mendesak penguatan perlindungan terhadap kerja pers di wilayah konflik. Tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan karena turut mengancam keselamatan wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik.

“Kami mengecam keras tindakan Israel yang mencegat dan menahan rombongan misi kemanusiaan menuju Gaza, termasuk jurnalis Indonesia yang sedang menjalankan tugas jurnalistik. Keselamatan insan pers harus dihormati dan dilindungi dalam situasi apa pun,” kata Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia Akhmad Munir dikutip dari Antara, Selasa, 19 Mei 2026.

Para jurnalis Indonesia yang tergabung dalam misi tersebut yaitu Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika, serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo.

Menurut Munir, kehadiran jurnalis dalam misi Global Sumud Flotilla bertujuan menyampaikan situasi kemanusiaan di Gaza kepada publik internasional. Sehingga independensi dan keselamatan wartawan wajib dihormati semua pihak.

“Pers hadir untuk menyampaikan fakta dan suara kemanusiaan kepada dunia. Tidak boleh ada intimidasi ataupun tindakan yang mengancam keselamatan jurnalis yang menjalankan tugas profesinya,” ungkap Munir.

Berdasarkan informasi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), sedikitnya 10 kapal dalam misi Global Sumud Flotilla 2.0 ditahan aparat Israel. Di antaranya kapal Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys.

PWI menyebut hingga kini kapal yang membawa jurnalis Indonesia belum dapat dihubungi. Lalu, kondisi awak kapal masih belum diketahui secara pasti.

Organisasi wartawan tersebut juga mendukung langkah diplomatik pemerintah Indonesia untuk memastikan keselamatan dan perlindungan seluruh warga negara Indonesia dalam misi kemanusiaan tersebut.

Pasukan Israel mencegat salah satu armada Global Sumud Flotila. Foto: Al Jazeera.

Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia menyatakan terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan perwakilan RI di berbagai negara untuk memantau perkembangan situasi.

Kementerian Luar Negeri RI juga disebut telah berkoordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman guna menyiapkan langkah perlindungan maupun pemulangan warga negara Indonesia apabila diperlukan.

“Doa dan harapan kami menyertai seluruh jurnalis dan relawan kemanusiaan agar diberikan keselamatan dan segera dapat kembali dengan selamat,” kata Munir.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)