Kepastian Pasokan Gas Nasional Dinilai Penting Bagi Industri

Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya. Foto: Istimewa.

Kepastian Pasokan Gas Nasional Dinilai Penting Bagi Industri

Anggi Tondi Martaon • 9 June 2026 21:44

Jakarta: Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, mengapresiasi pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang memastikan pasokan gas nasional dalam kondisi aman. Sebab, kepastian pasokan gas merupakan fondasi penting dalam menjaga keberlangsungan sektor industri nasional dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

“Pernyataan pemerintah bahwa pasokan gas nasional dalam kondisi aman tentu menjadi kabar baik bagi dunia usaha," kata Bambang melalui keterangannya, Selasa, 9 Juni 2026.

Anggota Fraksi Partai Golkar itu menilai tantangan utama yang perlu menjadi perhatian saat ini bukan hanya ketersediaan, tapi juga bagaimana memastikan harga gas tetap kompetitif bagi industri dalam negeri. Sebab, gas bumi merupakan salah satu komponen biaya produksi yang penting bagi sektor pupuk, petrokimia, baja, keramik, kaca, makanan dan minuman, serta berbagai industri manufaktur lainnya.

Maka kebijakan harga gas memiliki pengaruh langsung terhadap daya saing industri nasional. "Namun yang tidak kalah penting adalah memastikan gas tersebut dapat diakses industri dengan harga yang kompetitif agar sektor manufaktur nasional tetap memiliki daya saing di tengah persaingan global,” ujar Bambang.

Menurut Bambang, program Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) yang selama ini diberikan kepada sektor industri strategis perlu terus dijaga keberlanjutannya. Kebijakan tersebut terbukti menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung efisiensi biaya produksi, menjaga utilisasi industri, serta memperkuat daya saing produk nasional di pasar domestik maupun ekspor.

Bambang menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan sektor energi tidak hanya diukur dari peningkatan produksi dan ketersediaan pasokan, tetapi juga dari sejauh mana energi tersebut mampu mendukung pertumbuhan industri, menciptakan lapangan kerja, dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Ilustrasi. Foto: tugu.com.

“Kita perlu menjaga keseimbangan antara keberlanjutan investasi di sektor hulu migas dengan kebutuhan industri dalam negeri. Karena itu, kebijakan gas nasional harus mampu menjamin pasokan yang cukup sekaligus mendukung harga yang kompetitif bagi sektor-sektor strategis penerima HGBT,” kata legislator asal daerah pemilihan Bangka Belitung itu. 

Ia juga mendorong pemerintah untuk terus mempercepat pengembangan lapangan gas baru, pembangunan infrastruktur gas nasional, serta optimalisasi pemanfaatan gas untuk kebutuhan domestik. Hal itu perlu dilakukan memperkuat ketahanan energi dan ketahanan industri nasional.

Sebagai mitra kerja Kementerian ESDM, Komisi XII DPR RI akan terus mengawal kebijakan sektor gas nasional. Sehingga mampu mendukung target hilirisasi, industrialisasi, dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

"Ketahanan energi dan ketahanan industri harus berjalan beriringan. Gas bumi harus menjadi instrumen untuk memperkuat daya saing ekonomi nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutup Bambang.

(Anggi Tondi)