Libur 1 Muharam, Kawasan Monas Dipadati Wisatawan

Kawasan destinasi wisata Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Foto: Metro TV/Rifda Muthia Zahra.

Libur 1 Muharam, Kawasan Monas Dipadati Wisatawan

Rifda Muthia Zahra • 16 June 2026 10:16

Jakarta: Kawasan destinasi wisata Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, dipadati oleh ribuan wisatawan dari dalam dan luar kota pada momen libur nasional Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah. Banyak masyarakat perkotaan yang memboyong keluarga mereka untuk menghabiskan waktu senggang di ikon ibu kota tersebut karena lokasinya yang dinilai sangat strategis dan ramah kantong.

"Mumpung libur sih, ajak anak-anak main ke Monas di sini bisa piknik dan enggak crowded," ujar salah seorang pengunjung asal Bekasi, Prita, saat ditemui di area Monas, Jakarta Pusat, Selasa, 16 Juni 2026.
 


Sejak pagi hari, arus kedatangan wisatawan ke area Monas terpantau terus mengalir deras. Prita mengaku sengaja memilih area ruang terbuka hijau ini agar anak-anaknya bisa leluasa bermain. 

Lahan Monas yang luas ditunjang lanskap vegetasi kota yang asri membuat suasana rekreasi terasa jauh lebih nyaman dan sejuk bagi warga metropolitan. "Piknik di sini kan hemat ya, tapi untungnya banyak pohon jadi sejuk,” tambah Prita.

Kondisi area dalam Monas yang tertata rapi serta tersedianya fasilitas penunjang gratis juga mendapat respons positif dari masyarakat. Kapasitas area yang lapang dinilai sukses mereduksi kesan berjejal, sehingga para pelancong tetap bisa menikmati momen liburan dengan tenang.

"Areanya bersih, nyaman, sekarang ada kereta juga yang disediakan jadi nggak perlu jalan jauh,” ucap Yono, salah satu pengunjung lainnya.


Kawasan destinasi wisata Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Foto: Metro TV/Rifda Muthia Zahra.

Selain faktor kenyamanan internal kawasan, letak geografis Monas yang berada tepat di jantung ibu kota menjadi alasan utama destinasi ini selalu sukses menyedot animo massa. Aksesibilitas yang mudah membuat para pelancong dapat mengintegrasikan rute liburan mereka ke situs-situs bersejarah terdekat lainnya tanpa hambatan berarti.

"Setelah dari sini, rencananya mau ke Museum Nasional, kan dekat bisa jalan kaki,” ucap Yono.

(Fachri Audhia Hafiez)