Lebih dari 30 Juta Pengguna Manfaatkan Layanan Pindar, Dukungan UMKM Terus Meningkat

Ilustrasi. Foto: dok Metrotvnews.com/Khairunnisa Puteri M.

Lebih dari 30 Juta Pengguna Manfaatkan Layanan Pindar, Dukungan UMKM Terus Meningkat

Ade Hapsari Lestarini • 16 June 2026 16:39

Jakarta: Platform pinjaman daring (pindar) tidak terlepas dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Platform Adapundi sejak beroperasi pada 2021 telah membiayai lebih dari 30 juta pengguna dan menyalurkan pendanaan kepada sekitar 724 ribu UMKM.

Pertumbuhan ini bukan sekadar angka, ini mencerminkan kepercayaan jutaan masyarakat yang menjadikan Adapundi sebagai mitra keuangan untuk berani wujudkan berbagai kebutuhan dan mimpinya.

Momentum pertumbuhan bisnis perusahaan yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini terus menguat sebanyak lima persen per 2026. Pertumbuhan bisnis ini didukung dengan peningkatan sistem operasional dan layanan dari tahun-tahun sebelumnya.

"Sehingga diharapkan bisa memperkuat komitmen perusahaan menghadirkan layanan keuangan yang inklusif bagi masyarakat Indonesia," ujar Direktur Operasional Adapundi, Minerva Agustiani, dalam keterangan tertulis, Selasa, 16 Juni 2026.

Menyambut ulang tahun ke-8, serta bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, pada 5 Juni 2026 Adapundi menyelenggarakan kegiatan berkolaborasi dengan masyarakat pesisir di Kampung Beting yang tergabung dalam Pokdarwis Alibata, UMKM Kebaya, anak-anak SD sekitar serta perwakilan dari Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi. Program ini berfokus pada pelestarian ekosistem mangrove dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Kampung Beting, Muara Gembong dulunya dikenal sebagai "Kampung Dollar", karena kelimpahan sumber daya alam pesisir dan sektor perikanan yang menjadi penggerak kemakmuran warga.

Namun dalam beberapa dekade terakhir, kawasan pesisir ini menghadapi tantangan lingkungan yang serius. Abrasi pantai dan banjir rob yang terus-menerus telah menggerus daratan dan memaksa sebagian besar warga untuk berpindah ke tempat lain. Dari permukiman yang pernah ramai, kini hanya tersisa sekitar 300 kepala keluarga yang masih bertahan. Menolak menyerah pada desakan alam, warga yang bertahan secara swadaya menginisiasi gerakan penanaman mangrove sebagai benteng alami untuk menahan laju pengikisan daratan.


Warga Kampung Beting dan tim Adapundi. Foto: dok istimewa.
 

Pelestarian ekosistem pesisir


Inisiatif yang lahir dari kearifan lokal dan semangat gotong royong ini menjadi pendorong aksi nyata Adapundi untuk berkontribusi secara nyata dan langsung kepada masyarakat. Tiga kontribusi konkret diwujudkan dalam program ini yakni penanaman 888 pohon mangrove, donasi satu unit perahu, dan perlengkapan dapur untuk UMKM Kebaya.

"Delapan tahun perjalanan bisnis kami tidak hanya berbicara soal pertumbuhan perusahaan, tetapi juga mengajarkan kesuksesan harus diiringi kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekitar," ujar Minerva.

Bagi perusahaan, pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan hanya bermakna jika berdampingan dengan tanggung jawab terhadap masyarakat dan alam. Sejalan dengan kesadaran global akan urgensi pelestarian ekosistem pesisir yang semakin terancam oleh perubahan iklim, Adapundi memilih untuk hadir di garis terdepan sebagai pelaku bisnis yang peduli.

Mangrove bukan hanya pelindung pantai. Ekosistem ini adalah penjaga keanekaragaman hayati, penyerap karbon, dan sumber penghidupan bagi masyarakat pesisir. Dengan mendukung upaya pelestariannya di Muara Gembong, Adapundi turut menanamkan investasi jangka panjang untuk bumi, sebuah warisan yang diharapkan dapat dirasakan manfaatnya oleh generasi mendatang.

"Kami menyadari keberlanjutan sejati tidak berhenti pada isu lingkungan semata, ia juga menyangkut kesejahteraan sosial-ekonomi masyarakat yang hidup di dalamnya. Apa yang kami lakukan hari ini mungkin hanyalah langkah kecil, tetapi kami percaya bahwa setiap perubahan besar selalu dimulai dari kepedulian yang diambil bersama." ungkap Minerva.

Sinergi dan komitmen ini disambut hangat oleh masyarakat, Ibu Alpiah selaku ketua UMKM Kebaya mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas kolaborasi yang terjalin.

"Saya selaku perwakilan dari UMKM Kebaya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian dan dukungan nyata yang diberikan oleh Adapundi, semoga berbagai donasi yang diberikan bisa kami manfaatkan sebaik-baiknya." jelas Alpiah.

(Ade Hapsari Lestarini)