Gunung Semeru Erupsi Disertai Dentuman, Letusan Capai 1,2 Km

Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan mencapai 1,2 kilo???????meter di atas puncak yang disertai dentuman sedang pada Senin (29/6/2026) sore. ANTARA/HO-PVMBG

Gunung Semeru Erupsi Disertai Dentuman, Letusan Capai 1,2 Km

Lukman Diah Sari • 29 June 2026 21:13

Lumajang: Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali erupsi dengan tinggi letusan mencapai 1,2 kilometer di atas puncak yang disertai dentuman sedang, pada Senin sore, 29 Juni 2026.

"Telah terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 16.39 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1,2 km di atas puncak atau 4.876 meter di atas permukaan laut (mdpl)," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, melansir Antara.

Dia mengungkap, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur laut dan timur. Erupsi itu terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi kurang lebih 2 menit 9 detik.

"Letusan gunung tertinggi di Pulau Jawa itu disertai dentuman sedang dan saat ini Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga)," jelas dia.

Berdasarkan catatan petugas, gunung yang memiliki ketinggian 3.676 mdpl itu mengalami erupsi sebanyak sembilan kali pada Senin sejak pukul 00.04 WIB hingga 19.23 WIB dengan tinggi letusan 500 meter hingga 1.200 meter di atas puncak.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Isnugroho mengatakan, pihaknya sudah menerima informasi dari PVMBG terkait erupsi Gunung Semeru yang disertai dentuman sedang.

"Sejauh ini tidak ada dampak langsung ke masyarakat, namun petugas BPBD selalu siaga di Pos Curahkobokan dan Pos Oro-oro Ombo untuk terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Semeru," katanya.

Saat ini aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).

Gunung Semeru erupsi disertai luncuran awan panas guguran sejauh 4 km pada Jumat pagi, 19 Juni 2026. ANTARA/HO-PVMBG

Di luar jarak tersebut, kata dia, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

"Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Api Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," katanya.

Ia meminta masyarakat juga mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru. Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

(Lukman Diah Sari)