Tumpukan Sampah di Kedaung Kaliangke Jakbar Dikeluhkan Warga

Sampah menumpuk di kawasan RT 04/RW 03, Kelurahan Kedaung Kaliangke, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (7/8/2026). (ANTARA/Risky Syukur).

Tumpukan Sampah di Kedaung Kaliangke Jakbar Dikeluhkan Warga

Anggi Tondi Martaon • 7 August 2026 16:07

Jakarta: Warga kembali mengeluhkan tumpukan sampah di kawasan RT 04/RW 03, Kelurahan Kedaung Kaliangke, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat (Jakbar). Sebab, keberadaan sampah tersebut menimbulkan bau tak sedap.

Berdasarkan pantauan Antara di lokasi, tumpukan yang didominasi sampah rumah tangga. Bahkan, ketinggian sampah tersebut hampir menyamai atap sebuah bangunan tak berpenghuni di sebelahnya.

Selain menimbulkan bau tak sedap, tumpukan sampah itu mengganggu akses menuju sekolah dasar yang berada di dekat lokasi tumpukan sampah tersebut.

Petugas kebersihan tampak berjibaku mengangkut sampah dengan alat seadanya. Sedikit demi sedikit sampah dipindahkan ke dalam truk untuk kemudian diangkut ke tempat pembuangan akhir.

Lili, seorang warga sekitar, mengaku sudah terbiasa dengan penumpukan sampah yang terjadi setiap hari di lokasi tersebut. “Ya, khawatir, sih, sebenarnya. Cuma mau bagaimana lagi, memang sudah biasa seperti ini setiap harinya. Tapi kalau mau dibersihin, ya, lebih bagus,” ujar Lili dikutip dari Antara, Jumat, 7 Agustus 2026. 

Menurut dia, lokasi tersebut memang sejak lama menjadi tempat pembuangan sampah sementara. Biasanya, sampah di sana langsung diangkut menggunakan mobil.

“Kalau dulu, dari gerobak langsung diambil mobil, jadi enggak ditumpuk. Sekarang, sudah sekitar dua bulan begini,” tutur Lili.

Dia mengatakan dampak yang paling dirasakan warga, yaitu bau menyengat yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Dia juga mengkhawatirkan kondisi tersebut berdampak pada kesehatan anak-anak yang setiap hari melintas menuju sekolah.

“Ya, bau, lah. Anak-anak juga kan enggak sehat kalau dekat sampah, tapi kita mau enggak mau harus jalanin,” ucap Lili. 

Tak hanya persoalan bau, dia juga mengaku khawatir apabila saat memasuki musim hujan, sampah yang berserakan akan terbawa air dan berpotensi memicu banjir. Dia berhadap keberadaan tumpukan sampah tersebut segera ditangani.

“Harapannya, ya, buru-buru ditanggulangi. Jangan sampai sampahnya bleber ke jalan. Saya takut nanti kalau hujan hanyut dan bikin banjir,” ungkap Lili.

Sementara itu, Lurah Kedaung Kaliangke Ghufri Fatchani menjelaskan penumpukan sampah itu dipicu terganggunya distribusi pengangkutan sampah ke Tempat Pengolahan Sampah Sementara (TPST) Bantar Gebang. Dia menyebutkan sebelum terjadi kendala pengiriman sampah ke Bantar Gebang, lokasi tersebut sebenarnya sudah sempat dikosongkan karena merupakan lahan milik Kementerian Agama, yang akan dimanfaatkan untuk pembangunan.

“Namun, setelah ada masalah di Bantar Gebang, penumpukan terjadi lagi sehingga sampah kembali menumpuk di lokasi ini,” tutur Ghufri.

Sampah menumpuk di kawasan RT 04/RW 03, Kelurahan Kedaung Kaliangke, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (7/8/2026). (ANTARA/Risky Syukur).

Menurut dia, pihak kelurahan saat ini terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar memilah sampah sejak dari rumah. Namun, upaya tersebut belum berjalan optimal dan baru diterapkan secara efektif di beberapa wilayah.

“Salah satu yang sudah berjalan baik ada di RT 3 RW 3. Mereka sudah melaksanakan maggot, composting, dan bank sampah, sehingga volume sampah yang dibuang berkurang,” terang Ghufri.

Lebih lanjut, dia menargetkan seluruh sampah di lokasi itu dapat diangkut dalam dua hingga tiga hari ke depan. Setelah itu, sistem pembuangan sampah akan diubah sehingga gerobak sampah dari RT langsung membuang residu ke dalam truk pengangkut tanpa ditumpuk terlebih dahulu di lokasi tersebut.

“Kami sudah meminta Suku Dinas Lingkungan Hidup untuk mengosongkan wilayah ini dari sampah. Nantinya, gerobak sampah dari RT langsung bertemu dengan truk pengangkut, sehingga tidak ada lagi penumpukan di sini,” imbuh Ghufri. 

(Anggi Tondi)