Rusia Gempur Ukraina dengan Rudal Balistik, 5 Orang Tewas di Zaporizhzhia

Rusia masih terus menggempur wilayah Ukraina. Foto: Guardian

Rusia Gempur Ukraina dengan Rudal Balistik, 5 Orang Tewas di Zaporizhzhia

Muhammad Reyhansyah • 11 August 2026 10:30

Kyiv: Rusia melancarkan serangan rudal balistik terhadap ibu kota Ukraina, Kyiv, pada Selasa dini hari, 11 Agustus 2026, sementara serangan Rusia di Kota Zaporizhzhia menewaskan sedikitnya lima orang dan melukai 20 lainnya.

Sejumlah ledakan terdengar di Kyiv sesaat setelah tengah malam waktu setempat, tak lama setelah otoritas setempat memperingatkan adanya sejumlah rudal yang mendekat.

Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengatakan ibu kota Ukraina berada di bawah serangan rudal balistik.

"Kyiv sedang diserang rudal balistik," tulis Klitschko melalui media sosial, dikutip dari TRT World.

Klitschko mengatakan layanan darurat telah dikerahkan ke Distrik Shevchenkivskyi. Sirene peringatan serangan udara juga telah terdengar sebelum ledakan terjadi.

Menurut pemerintahan militer Kyiv, sejumlah gudang di salah satu distrik pusat kota terbakar akibat serangan tersebut.

Serangan Zaporizhzhia Tewaskan 5 Orang

Di Kota Zaporizhzhia, Ukraina tenggara, serangan Rusia menewaskan lima orang dan melukai 20 lainnya, menurut Gubernur Zaporizhzhia Ivan Fedorov.

"Lima orang tewas, 20 lainnya terluka. Sayangnya, jumlah korban terus bertambah setelah serangan musuh di Zaporizhzhia," tulis Fedorov di Telegram.

Serangan tersebut terjadi di tengah meningkatnya intensitas serangan Rusia menggunakan rudal balistik dalam beberapa pekan terakhir.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy sebelumnya mengatakan Rusia tengah bersiap mengerahkan lebih banyak pasukan Korea Utara dalam perang serta telah menerima rudal balistik baru dari Pyongyang.

Rudal balistik Rusia menjadi salah satu ancaman utama bagi Ukraina karena hanya sejumlah sistem pertahanan udara yang mampu mencegatnya, termasuk sistem Patriot buatan Amerika Serikat.

Keterbatasan rudal pencegat PAC-3 semakin memburuk sejak perang yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Februari.

Di sisi lain, Ukraina juga meningkatkan serangan terhadap sejumlah kota Rusia yang berada jauh dari garis depan.

(Fajar Nugraha)