Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Foto: Anadolu
Netanyahu Klaim Militer Israel Hancurkan Jaringan Terowongan Hizbullah di Lebanon
Muhammad Reyhansyah • 31 July 2026 11:05
Tel Aviv: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz mengatakan, militer Israel telah menghancurkan jaringan terowongan yang digunakan kelompok Hizbullah di Lebanon selatan.
Dalam pernyataan bersama yang dirilis pada Jumat dini hari, 31 Juli 2026, keduanya mengatakan jaringan terowongan di kawasan Beaufort merupakan bagian penting dari rencana Hizbullah untuk menyusup ke wilayah Galilea di Israel.
“Sekitar 700 ton bahan peledak digunakan dalam operasi tersebut, yang disebut sebagai bagian dari kampanye berkelanjutan untuk membongkar infrastruktur Hizbullah di Lebanon selatan,” demikian bunyi pernyataan tersebut, dikutip dari Anadolu.
Pemerintah Israel juga menyatakan operasi itu dilakukan setelah apa yang disebutnya sebagai "pelanggaran terang-terangan" terhadap perjanjian gencatan senjata oleh Hizbullah.
Sebelumnya, media Lebanon melaporkan serangkaian ledakan setelah pasukan Israel meledakkan bahan peledak di Kota Hadatha, pinggiran Deir Mimas dekat Kastel Beaufort, serta wilayah antara Arnoun dan Yahmar.
Perkembangan tersebut terjadi meski Lebanon dan Israel telah menandatangani kesepakatan yang dimediasi Amerika Serikat pada 26 Juni. Kesepakatan itu mengatur penarikan bertahap pasukan Israel dari seluruh wilayah Lebanon yang diduduki dengan imbalan pengerahan tentara Lebanon dan pelucutan senjata kelompok-kelompok bersenjata, yang merujuk pada Hizbullah.
Pada 21 Juli, tentara Lebanon mulai ditempatkan di Kota Zawtar al-Gharbiyeh sebagai bagian dari tahap pertama pelaksanaan kesepakatan setelah penarikan pasukan Israel dari wilayah tersebut.
Meski demikian, Israel masih mempertahankan kehadiran militernya di sejumlah wilayah Lebanon selatan. Dalam operasi terbarunya, pasukan Israel juga dilaporkan maju lebih dari 10 kilometer ke dalam wilayah Lebanon.
Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, sejak 2 Maret serangan Israel di Lebanon telah menewaskan 4.333 orang dan melukai 12.236 lainnya.