Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (tengah) meninjau distribusi air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Desa Kedungkumpul, Kecamatan Sarirejo, Lamongan, Jawa Timur, Selasa, 28 Juli 2026. ANTARA/HO-Kominfo Lamongan
Pemkab Lamongan Siapkan Pasokan Air Bersih hingga Oktober
Silvana Febiari • 28 July 2026 20:22
Lamongan: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan mulai mendistribusikan 25.000 liter air bersih kepada warga Desa Kedungkumpul, Kecamatan Sarirejo. Bantuan tersebut diberikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan selama musim kemarau.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan Desa Kedungkumpul menjadi wilayah pertama yang menerima distribusi air bersih. Desa tersebut masuk dalam wilayah yang dipetakan berpotensi mengalami kekeringan bersama sebagian kawasan di Kecamatan Kembangbahu.
"Pemerintah telah memetakan daerah-daerah yang berpotensi mengalami kekeringan. Hari ini merupakan distribusi air bersih pertama dan kami akan terus bersiaga hingga Oktober untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," katanya, dilansir dari Antara, Selasa, 28 Juli 2026.
Pada proses distribusi air, Pemkab Lamongan setempat bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggunakan lima truk tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter.
Penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan permohonan resmi dari pemerintah desa. Selanjutnya, BPBD akan menyesuaikan volume dan frekuensi pengiriman air sesuai kebutuhan di lapangan.
Meski menghadapi keterbatasan air bersih, kondisi pertanian di Desa Kedungkumpul masih cukup baik. "Petani setempat saat ini bahkan memasuki panen raya kacang hijau setelah dua kali musim tanam padi dengan harga jual mencapai sekitar Rp25 ribu per kilogram," ucapnya.

Ilustrasi kekeringan. Foto: Medcom.id.
Sebagai langkah jangka panjang, Pemkab Lamongan menyiapkan normalisasi waduk di Dusun Walongkopo, Desa Kedungkumpul. Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas tampung air saat musim kemarau.
"Kami juga memperbaiki irigasi agar waduk dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat," tuturnya.
Pemerintah daerah terus mengkaji pengembangan jaringan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Mojolagres menuju Kecamatan Sarirejo. Hal ini disiapkan sebagai solusi jangka panjang penyediaan air bersih, meski pembangunan jaringan perpipaan masih membutuhkan perhitungan investasi.