Presiden Prancis Emmanuel Macron dan PM Inggris Keir Starmer. (Anadolu Agency)
Macron dan Starmer Sambut Pembukaan Selat Hormuz, Desak Jaminan Keamanan Permanen
Willy Haryono • 18 April 2026 17:33
Paris: Prancis dan Inggris menyambut pembukaan kembali Selat Hormuz oleh Iran dan Amerika Serikat, namun menegaskan bahwa kebebasan navigasi harus dipulihkan secara permanen di jalur energi vital tersebut.
Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer sepakat untuk tetap menyiapkan misi internasional guna menjamin keamanan maritim di kawasan.
Macron menegaskan bahwa pembukaan Selat Hormuz harus dilakukan secara penuh, segera, dan tanpa syarat.
Sementara itu, Starmer menyatakan bahwa misi multinasional akan dikerahkan segera setelah kondisi memungkinkan, dengan pertemuan perencana militer dijadwalkan berlangsung di London pekan depan.
Langkah ini muncul meski Iran telah menyatakan jalur pelayaran komersial dibuka selama gencatan senjata 10 hari di Lebanon.
Perbedaan Sikap dengan AS
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa blokade terhadap kapal dan pelabuhan Iran tetap berlaku hingga kesepakatan final tercapai.Amerika Serikat juga tidak dilibatkan dalam inisiatif yang digagas Eropa, yang disebut Macron sebagai misi netral untuk mengawal kapal dagang di Teluk.
Lebih dari 12 negara disebut siap berkontribusi dalam misi tersebut, termasuk melalui intelijen, pembersihan ranjau, dan pengamanan jalur pelayaran.
Namun, sejumlah analis menilai keterbatasan armada menjadi tantangan utama, sehingga fokus operasi kemungkinan lebih diarahkan pada pembersihan ranjau dan sistem peringatan dini dibanding pengawalan langsung kapal tanker.
Dampak Global dan Ketegangan Aliansi
Selat Hormuz, yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia, sempat terganggu sejak pecahnya konflik pada 28 Februari, memicu lonjakan harga energi global.Di tengah upaya Eropa, Trump kembali melontarkan kritik terhadap NATO dan sekutu Barat, yang mencerminkan ketegangan dalam koordinasi respons internasional terhadap krisis ini.
Baca juga: Blokade Laut AS Paksa 21 Kapal Putar Balik di Sekitar Selat Hormuz