Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah memberikan keterangan kepada wartawan di Cengkareng, Jumat (17/4/2026) terkait peristiwa kebakaran yang menewaskan satu keluarga di Jalan Rambutan Timur VI, Tanjung Duren, Grogol Petamburan, Jumat dini hari. ANTARA/R
Wali Kota Dorong Investigasi Kebakaran yang Tewaskan Satu Keluarga
Siti Yona Hukmana • 17 April 2026 10:54
Jakarta: Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah mendorong investigasi penyebab kebakaran yang menewaskan satu keluarga di Jalan Rambutan Timur VI, Tanjung Duren, Grogol Petamburan, Jumat, 17 April 2026 dini hari. Menurutnya, kebakaran itu diduga akibat arus pendek listrik.
Namun, pemicu insiden kelistrikan itu masih terus didalami. Termasuk, dugaan kebakaran bermula dari korsleting pada tiang listrik di depan rumah korban.
"Hari ini juga kita lihat penyebabnya adalah listrik, kondisi listrik, yang masih terus didalami dari sisi investigasi sebab utama dari korsleting listrik tersebut," kata Iin dilansir Antara, Jumat, 17 April 2026.
Lebih lanjut, dia menuturkan petugas pemadam telah mengambil tindakan cepat setelah menerima informasi kebakaran tersebut.
"Jadi, pukul 02.18 WIB itu kejadian, jam 02.20 WIB tim Gulkarmat (Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan) sudah berangkat ke lokasi. Jadi, sudah sangat cepat dalam melakukan tindakan. Kemudian, tibanya jam 02.22 WIB, mulai operasi 02.23 WIB, (api) dilokalisasi pukul 02.47 WIB dan pendinginan pukul 02.52 WIB," papar Iin.

Petugas mengevakuasi korban jiwa kebakaran di Grogol Petamburan, Jakbar. Foto: Antara.
Sementara itu, Perwira Piket Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Barat Abdul Syukur mengungkapkan kebakaran tersebut diduga berasal dari korsleting listrik yang terjadi di tiang listrik di depan rumah korban. Api kemudian cepat masuk ke dalam rumah ketika korban tengah tertidur.
"Yang terbakar rumah tinggal. Api diduga dari korsleting listrik di tiang listrik dan langsung masuk ke rumah," ungkap Abdul.
Pihak pemadam pun mengaku kesulitan memadamkan api karena kondisi rumah korban yang digembok dari dalam dan dipasangi teralis besi. "Kesulitannya, karena rumah itu digembok. Kita jebol paksa akhirnya untuk masuk ke rumah tersebut," ujar Abdul.
Setelah api dipadamkan, petugas langsung mengevakuasi seluruh korban dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah lalu dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut. Sampai dengan saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut.