Aktivitas penerbangan di sejumlah bandara di Kalimantan terganggu akibat kabut asap. (Metro TV/Muhammad Hilmansyah)
Kabut Asap Karhutla Ganggu 409 Penerbangan di Kalimantan
Muhammad Hilmansyah • 22 September 2026 14:15
Balikpapan: Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengganggu aktivitas penerbangan di sejumlah bandara di Kalimantan. Sebanyak 409 penerbangan di 18 bandara di Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara terganggu akibat jarak pandang yang menurun drastis dalam sepekan terakhir.
Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah VII Ferdinan Nurdin mengatakan Kalimantan Tengah, khususnya Palangkaraya, menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak kabut asap.
"Kalau minggu lalu periode 7-13 September ada sekitar 159 penerbangan yang terdampak. Pada 14-20 September, terjadi kenaikan signifikan menjadi 409 penerbangan yang terdampak," kata Ferdinan di Balikpapan, Selasa, 22 September 2026.
Jumlah itu meningkat sekitar 250 penerbangan atau 157,2 persen dibandingkan pekan sebelumnya di tiga provinsi tersebut. Dari total penerbangan terdampak, 141 mengalami keterlambatan, 254 dibatalkan, dan 14 dialihkan ke bandara lain.
Di Bandara APT Pranoto Samarinda, sedikitnya 33 penerbangan terganggu dalam sepekan. Sebanyak 24 penerbangan mengalami keterlambatan, tujuh dibatalkan, dan dua lainnya dialihkan ke Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan.

Aktivitas penerbangan di sejumlah bandara di Kalimantan terganggu akibat kabut asap. (Metro TV/Muhammad Hilmansyah)
Gangguan penerbangan terjadi karena jarak pandang di sejumlah bandara turun hingga 50-500 meter. Kondisi tersebut membuat pesawat tidak dapat melakukan pendaratan maupun lepas landas secara normal.
Otoritas Bandar Udara meminta calon penumpang yang penerbangannya terdampak untuk melakukan penjadwalan ulang. Maskapai juga diminta memberikan pengembalian dana penuh atau full refund sesuai ketentuan yang berlaku.