Menlu AS-Rusia Bahas Penyelesaian Konflik Ukraina dalam Pertemuan 50 Menit di PBB

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio. Foto: Anadolu

Menlu AS-Rusia Bahas Penyelesaian Konflik Ukraina dalam Pertemuan 50 Menit di PBB

Muhammad Reyhansyah • 24 September 2026 08:57

New York: Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov membahas prospek penyelesaian konflik Ukraina dalam pertemuan selama sekitar 50 menit di sela-sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Rabu, 23 September 2026.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan pertemuan berlangsung secara tertutup dan tanpa pernyataan pembuka kepada media. Pembicaraan berlangsung sekitar 50 menit.

“Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov sedang mengadakan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio di sela-sela pekan tingkat tinggi Sidang ke-81 Majelis Umum PBB,” kata Kementerian Luar Negeri Rusia, dikutip dari Anadolu.

Pertemuan tersebut berlangsung ketika Washington terus berupaya mendorong penyelesaian perang Rusia-Ukraina. Moskow mengatakan tetap terbuka terhadap pembicaraan damai, tetapi menilai saat ini belum terdapat kondisi untuk kembali ke jalur negosiasi.

Dalam pernyataan setelah pertemuan, Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan Rubio dan Lavrov “bertukar pandangan secara mendalam mengenai berbagai isu bilateral dan internasional”.

Terkait penyelesaian konflik Ukraina, Lavrov menyoroti apa yang disebutnya sebagai koordinasi erat antara pemerintahan Kyiv dan negara-negara Eropa yang mendukungnya.

Kementerian tersebut juga mengatakan kedua pihak membahas “tindakan destruktif Kyiv” yang disebut Rusia sengaja menyerang warga sipil dan infrastruktur lintas batas serta menyebabkan ketidakstabilan pasar energi global.

Lavrov kembali menegaskan kesiapan Rusia menyelesaikan konflik melalui penyelesaian politik dan diplomatik yang didasarkan pada penghapusan “akar penyebab” konflik.

Selain Ukraina, kedua pejabat membahas perkembangan di Timur Tengah, Kaukasus Selatan, serta kawasan Amerika Latin dan Karibia. Mereka juga membicarakan upaya menghadapi praktik yang disebut Rusia tidak sah dalam bidang hukum internasional oleh sejumlah lembaga multilateral.

Bahas Hubungan AS-Rusia

Persiapan agenda G20 yang dijadwalkan berlangsung hingga akhir tahun turut dibahas dalam pertemuan tersebut.

Rusia juga menekankan perlunya segera memperbaiki hubungan bilateral dengan AS sesuai kesepakatan yang dicapai Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Donald Trump.

Menurut Kementerian Luar Negeri Rusia, hal tersebut mencakup dialog mengenai berbagai persoalan yang menghambat hubungan kedua negara serta pemulihan fungsi normal misi diplomatik, termasuk pengembalian properti Rusia di AS yang disebut telah disita secara de facto.

Rubio dan Lavrov sepakat melanjutkan kontak mengenai seluruh persoalan tersebut melalui kementerian luar negeri masing-masing.

Sementara itu, Departemen Luar Negeri AS memberikan pernyataan singkat yang mengonfirmasi bahwa konflik Rusia-Ukraina dan hubungan bilateral menjadi agenda pertemuan.

“Menteri Luar Negeri Marco Rubio bertemu hari ini dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov di sela-sela Sidang Umum PBB. Menteri membahas perang Rusia-Ukraina dan hubungan bilateral AS-Rusia,” kata Departemen Luar Negeri AS.

Rubio dan Lavrov terakhir bertemu dua bulan sebelumnya, pada 22 Juli, di sela-sela pertemuan terkait ASEAN di Manila.

Pertemuan terbaru tersebut juga berlangsung setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bertemu Trump. Usai pertemuan itu, Zelensky mengatakan Ukraina siap menerapkan gencatan senjata di sektor energi jika Rusia menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi Ukraina.

“Kami siap untuk gencatan senjata energi jika Rusia tidak menyerang infrastruktur energi kami,” kata Zelensky.

(Fajar Nugraha)