Mendikdasmen Buka Peluang Naikkan Hadiah OSN 2027

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti. Foto: Antara.

Mendikdasmen Buka Peluang Naikkan Hadiah OSN 2027

Siti Yona Hukmana • 23 September 2026 04:25

Jakarta: Hadiah Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 yang sempat turun, mendapat respons langsung dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti. Pemerintah memastikan besaran uang pembinaan tahun ini tetap dipertahankan. 

Bahkan, Kemendikdasmen membuka peluang menaikkan hadiah pada penyelenggaraan OSN 2027. Hal itu disampaikan Abdul Mu’ti saat menutup sekaligus menganugerahkan penghargaan kepada para peraih medali OSN Jenjang Pendidikan Menengah 2026 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur.

”Mudah-mudahan di tahun depan sistemnya kita perbaiki dan hadiahnya kita tingkatkan lagi,” kata Mu’ti dalam keterangan tertulis, Rabu, 23 September 2026.

Pernyataan tersebut menjadi perhatian karena persoalan nominal hadiah OSN sempat ramai diperbincangkan publik. Sebelumnya, muncul informasi mengenai besaran uang pembinaan yang lebih rendah untuk sejumlah jenjang. Mu’ti menjelaskan pemerintah tetap memberikan penghargaan kepada para siswa berprestasi. 

"Pemerintah juga menyatakan tengah mencari skema pembiayaan, agar penghargaan kepada para talenta sains tersebut dapat ditingkatkan pada tahun berikutnya," ujar Mu'ti.

Ia memerinci bagi jenjang SD, MI, dan sederajat, peraih medali emas mendapatkan uang pembinaan Rp15 juta. Peraih medali perak menerima Rp10 juta, sedangkan peraih medali perunggu mendapatkan Rp5 juta.

Besaran yang sama juga berlaku bagi peraih medali OSN jenjang SMP, MTs, dan sederajat. Sementara itu, nominal penghargaan untuk jenjang SMA, MA, SMK, MAK, dan sederajat lebih besar. 

Peraih emas memperoleh Rp25 juta, perak Rp20 juta, dan perunggu Rp15 juta. Besaran tersebut berlaku untuk sembilan bidang yang dipertandingkan pada OSN jenjang pendidikan menengah. 

Ilustrasi. Metrotvnews.com.

OSN 2026 jenjang pendidikan menengah sendiri diikuti 566 talenta sains dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka berkompetisi dalam sembilan bidang, yakni astronomi, biologi, ekonomi, fisika, geografi, informatika, kebumian, kimia, dan matematika.

Dari 566 finalis tersebut, 45 peserta berhasil meraih medali emas. Sebanyak 90 peserta meraih medali perak dan 135 peserta memperoleh medali perunggu. 

Angka tersebut menunjukkan ketatnya persaingan di tingkat nasional. Para peserta tidak hanya datang dari sekolah-sekolah unggulan di kota besar. Mereka merupakan talenta yang melewati rangkaian seleksi hingga akhirnya mencapai tingkat nasional.

Mu'ti mengatakan, besarnya partisipasi tersebut memperlihatkan OSN tidak sekadar lomba akademik. Ajang tersebut menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk menemukan dan membina anak-anak dengan kemampuan sains sejak usia sekolah.

"Pemerintah juga menekankan penghargaan OSN tidak berhenti pada medali dan uang pembinaan. Para peraih medali memiliki peluang untuk mengikuti pembinaan talenta dan seleksi menuju kompetisi sains internasional," ujar Mu'ti. 

Para peserta berprestasi juga dapat memperoleh kesempatan mengikuti pembinaan di Pelatnas, program pengembangan talenta, beasiswa, hingga peluang masuk perguruan tinggi melalui jalur prestasi.

(Siti Yona Hukmana)