Jerman dan AS Bahas Pengerahan Rudal Tomahawk, Rusia Beri Peringatan

Jerman dan AS terus berkonsultasi soal kemungkinan pengerahan rudal Tomahawk mulai 2026. (Anadolu Agency)

Jerman dan AS Bahas Pengerahan Rudal Tomahawk, Rusia Beri Peringatan

Willy Haryono • 9 May 2026 18:44

Berlin: Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul mengatakan otoritas Jerman terus melakukan konsultasi intensif dengan Amerika Serikat terkait kemungkinan pengerahan rudal jelajah Tomahawk di wilayah Jerman.

Sebelumnya pada awal Mei, Kanselir Jerman Friedrich Merz menegaskan dirinya belum memperkirakan adanya pengiriman rudal Tomahawk AS ke Jerman. Namun, ia tidak menutup kemungkinan situasi tersebut dapat berubah di masa mendatang.

“Pemerintah Jerman saat ini berupaya setiap hari untuk memaksimalkan kemampuan pertahanan Jerman. Kami terus membahas masalah ini secara intensif dengan sekutu kami di AS,” kata Wadephul kepada surat kabar Welt am Sonntag dan dikutip Antara, Sabtu, 9 Mei 2026.

Pada Juli 2024, pemerintahan AS sebelumnya bersama pemerintah Jerman mengumumkan rencana pengerahan sistem rudal presisi jarak jauh AS di Jerman mulai 2026. Sistem tersebut disebut memiliki kemampuan yang melampaui persenjataan AS yang saat ini telah ditempatkan di Eropa.

Rencana pengerahan itu mencakup rudal SM-6, rudal jelajah Tomahawk, serta senjata hipersonik.

Menanggapi rencana tersebut, Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa jika AS mengerahkan senjata semacam itu di Jerman, maka Rusia akan menganggap dirinya tidak lagi terikat pada moratorium pengerahan sistem serang jarak menengah dan jarak pendek.

Baca juga:  Rudal Tomahawk Andalan AS Lawan Iran, Berikut Jenis dan Keunggulannya

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)