Rudal Tomahawk Andalan AS Lawan Iran, Berikut Jenis dan Keunggulannya

Rudal Tomahawk. Sumber thinkdefence

Rudal Tomahawk Andalan AS Lawan Iran, Berikut Jenis dan Keunggulannya

Muhamad Marup • 11 March 2026 11:43

Jakarta: Militer Amerika Serikat (AS) menjadikan rudal Tomahawk sebagai andalan dalam menghadapi Iran pada konflik Timur Tengah yang sedang berlangsung.

Terbaru, rudal tersebut diduga digunakan militer AS untuk meledakan sekolah perempuan di Iran.

Melansir Missilethreat.csis.org, rudal Tomahawk memiliki jenis berbeda. Tiap jenis tersebut memiliki keunggulan masing-masing sebagai berikut:

Blok I

Tomahawk Versi Blok I meliputi Rudal Serang Darat Tomahawk-Nuklir dan Rudal Anti-Kapal Tomahawk. Varian ini memiliki tiga desain yaitu TLAM-N yang dilengkapi hulu ledak nuklir, Gryphon yang diluncurkan dari darat, dan TASM konvensional.

TLMAN
  • Rudal TLAM-N mampu membawa hulu ledak nuklir W80 200 kT sejauh 2.500 km.
  • Rudal ini dipandu oleh kombinasi navigasi inersia dan TERCOM.
  • TLAM-N diperkirakan memiliki akurasi 80 m CEP. 

BGM-109G Gryphon
  • BMG-109 Gryphon memiliki jangkauan 2.500 km dan dapat mencapai kecepatan sekitar 800 km/jam.
  • Rudal ini memiliki panjang 6,4 m, diameter badan 0,52 m, dan berat peluncuran 1.470 kg.
  • Gryphon membawa satu hulu ledak nuklir W-84 10 hingga 50 kT.

TASM
  • Rudal TASM, dikenal karena kelincahannya, mampu melakukan berbagai pola penerbangan.
  • Meski memiliki jangkauannya lebih pendek daripada varian lain, yaitu 460 km, rudal ini dapat terbang hingga ketinggian tinggi, sampai 450 m, atau lintasan ketinggian rendah, termasuk rute 'meluncur di atas permukaan laut' atau terjun bebas dengan sudut tinggi pada fase akhir.
  • TASM adalah versi pertama dari varian anti-kapal Tomahawk dengan perlengkapan pencari radar aktif, bukan TERCOM.
  • TASM, bersama dengan varian konvensional Tomahawk lainnya, membawa hulu ledak konvensional seberat 454 kg.

Rudal Tomahawk. Sumber thinkdefence

BLOK II

Varian Blok II meliputi TLAM-C yang dirancang untuk menyerang target yang diperkuat dan TLAM-D yang dirancang untuk menyerang target 'lunak' seperti pesawat terbang dan konsentrasi pasukan.

TLAM-C
  • Rudal ini memiliki jangkauan 1.300 km saat diluncurkan dari kapal dan 925 km saat diluncurkan dari kapal selam.
  • Akurasinya ditingkatkan secara dramatis hingga kurang dari 10 m CEP.
  • Saat digunakan pada Perang Teluk dari 300 varian Blok II yang ditembakan, rudal-rudal ini mencapai tingkat keberhasilan 85 persen.

TLAM-D
  • TLAM-D memiliki hulu ledak fragmentasi tunggal.
  • Rudal ini memiliki tiga lintasan penerbangan akhir.
  • TLAM-D dapat terbang secara vertikal atau horizontal menuju target atau dapat meledak langsung di atas target.

Rudal Tomahawk. Sumber thinkdefence

Blok III

Varian Blok III memiliki kebaruan yang mencakup elektronik baru yang memungkinkan serangan terkoordinasi.
  • Tomahawk Blok III memiliki penambahan sistem navigasi GPS, yang mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk perencanaan misi dari 80 jam menjadi satu jam.
  • Sistem ini juga menambahkan kemampuan rudal untuk berdiam di atas target sambil menunggu aset lain tiba.
  • Pemasangan turbofan baru juga menggunakan bahan bakar tiga persen lebih sedikit sekaligus menghasilkan daya dorong 20 persen ??lebih besar.

Blok IV
Tomahawk versi paling modern ini mampu melayang di udara selama berjam-jam dan memiliki tautan data dua arah yang dirancang untuk menerima informasi misi terbaru tentang koreksi arah.
  • Rudal ini dapat dialihkan rutenya saat terbang ke target yang telah direncanakan sebelumnya atau target baru.
  • Rudal ini memiliki waktu peluncuran yang lebih cepat dan kemampuan melayang yang memungkinkan rudal ini untuk memberikan penilaian kerusakan secara real-time dari serangan sebelumnya.
  • Tomahawk Block IV TLAM-E memiliki jangkauan 900 mil laut atau 1.600 km dan membawa hulu ledak tunggal seberat 1.000 lb.

Sebagai catatan, Tomahawk Block IV adalah satu-satunya varian Tomahawk yang masih diproduksi. Rudal Tomahawk varian lain yang tersisa akan dikonversi ke kemampuan Block IV.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)