Aktivitas kapal di Selat Hormuz. (Anadolu Agency)
AS Pertimbangkan Aktifkan Kembali 'Project Freedom' di Selat Hormuz
Muhammad Reyhansyah • 9 May 2026 11:02
Washington: Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan tengah mempertimbangkan untuk mengaktifkan kembali operasi "Project Freedom" di Selat Hormuz setelah Arab Saudi dan Kuwait mencabut pembatasan terhadap penggunaan pangkalan militer dan wilayah udara mereka oleh militer AS.
Mengutip pejabat AS dan Arab Saudi, Wall Street Journal pada Kamis, 7 Mei 2026 melaporkan Washington sedang mempersiapkan kembali operasi pengawalan kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz dengan dukungan angkatan laut dan udara AS.
Melansir TRT World, Jumat, 8 Mei 2026, operasi tersebut sebelumnya dihentikan sementara pada awal pekan ini setelah berlangsung selama 36 jam.
Menurut pejabat AS yang dikutip laporan itu, para perencana Pentagon kini tengah mengevaluasi jadwal untuk melanjutkan operasi, dengan sejumlah pejabat menyebut aktivitas tersebut dapat dimulai kembali secepatnya pekan ini.
Langkah itu dinilai menghilangkan salah satu hambatan utama bagi upaya Trump mengamankan jalur pelayaran komersial di perairan strategis tersebut di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.
Arab Saudi dan Kuwait sebelumnya memberlakukan pembatasan akses militer setelah dimulainya operasi Amerika Serikat untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Ketegangan Kawasan Terus Meningkat
Ketegangan regional meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang kemudian memicu serangan balasan Teheran terhadap Israel dan sekutu Washington di kawasan Teluk, sekaligus penutupan Selat Hormuz.Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, namun pembicaraan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan permanen.
Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tersebut tanpa batas waktu.
Sejak 13 April, Amerika Serikat memberlakukan blokade laut yang menargetkan lalu lintas maritim Iran di Selat Hormuz.
Trump pada Selasa mengumumkan bahwa militer AS akan menghentikan sementara "Project Freedom" yang bertujuan memulihkan kebebasan navigasi kapal dagang di Selat Hormuz, namun menegaskan blokade Amerika terhadap Iran tetap "berlaku penuh dan efektif."
Baca juga: AS Serang Dua Kapal Tanker Iran yang Disebut Melanggar Blokade di Teluk Oman