BPBD Kolaka Catat 2.057 Jiwa dan 586 Rumah Terdampak Banjir

Kepala BPBD Kolaka Muh Haerul efendy. (ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra)

BPBD Kolaka Catat 2.057 Jiwa dan 586 Rumah Terdampak Banjir

Whisnu Mardiansyah • 11 May 2026 19:22

Kolaka: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), mencatat sebanyak 2.057 jiwa dan 586 unit rumah terdampak banjir. Banjir terjadi akibat curah hujan tinggi yang melanda empat kecamatan di wilayah tersebut sejak Jumat, 8 Mei 2026.

Kepala BPBD Kabupaten Kolaka, Muh Haerul Efendy, mengatakan banjir dipicu oleh intensitas curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Latambaga, Kolaka, Pomalaa, dan Samaturu. Kondisi itu menyebabkan beberapa sungai meluap ke pemukiman masyarakat.

“Kami telah melakukan asesmen dan validasi data bersama pemerintah setempat di beberapa kecamatan terdampak. Fokus utama kami saat ini adalah evakuasi dan pembersihan lokasi,” kata Efendy saat ditemui di Kolaka, seperti dilansir Antara, Senin, 11 Mei 2026, 

Efendy merincikan dampak banjir di masing-masing kecamatan. Di Kecamatan Latambaga, terdapat dua wilayah terdampak. Kelurahan Sakuli mencatat 71 kepala keluarga (KK) atau 282 jiwa dengan 71 unit rumah terendam. Kemudian, Kelurahan Mangolo mencatat 232 KK atau 764 jiwa dengan 232 unit rumah terdampak, serta 10 hektare sawah terendam.

“Fasilitas pendidikan dengan total tujuh unit sekolah juga terdampak, yaitu empat taman kanak-kanak, dua sekolah dasar, dan satu sekolah menengah pertama. Selain itu, terdapat kerusakan talud penahan jalan sepanjang 50 meter,” ujarnya.
 


Di Kecamatan Kolaka, banjir melanda Kelurahan Watuliandu sebanyak 21 unit rumah terdampak dengan total 84 jiwa. Kemudian di Kecamatan Pomalaa, dua desa terdampak. Desa Totobo mencatat 16 unit rumah dan 66 jiwa terdampak, serta tujuh hektare sawah. Desa Pelambua mencatat 21 unit rumah terendam dengan 96 jiwa terdampak, serta kerusakan pada lima hektare sawah.

Di Kecamatan Samaturu, banjir melanda empat desa. Desa Latuo mencatat 240 jiwa dan 75 unit rumah terdampak, serta tiga sekolah. Desa Ulu Konaweha mencatat 159 jiwa dan 35 unit rumah terdampak. Desa Wowa Tamboli mencatat 21 jiwa terdampak, satu hektare sawah, dan sembilan hektare kebun. Desa Konaweha mencatat 115 unit rumah dengan total 345 jiwa terdampak, serta 3,5 hektare tambak terendam banjir.


Banjir di Kota Kendari. (Dokumentasi/ BNPB)

Selain banjir, juga terdapat satu rumah dengan total lima jiwa yang terdampak akibat tanah longsor di Kelurahan Laloeha, Kecamatan Kolaka. BPBD bersama Dinas Sosial telah mulai menyalurkan bantuan logistik berupa sembako dan air bersih kepada warga yang datanya telah terhimpun. Efendy juga mengimbau masyarakat, terutama yang bermukim di sepanjang pesisir sungai, untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Kami terus memberikan edukasi kepada masyarakat untuk selalu waspada. Kami mengkhawatirkan adanya banjir susulan jika curah hujan ekstrem kembali terjadi dalam waktu dekat,” jelas Efendy.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)