Kelompok Hizbullah di Lebanon yang kerap jadi sasaran serang Israel. Foto: EFE-EPA
Komandan Elite Hizbullah Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon
Muhammad Reyhansyah • 7 May 2026 08:56
Beirut: Seorang komandan senior dari pasukan elit Hizbullah dilaporkan tewas dalam serangan Israel di wilayah selatan Beirut, Lebanon, menurut sumber yang dekat dengan kelompok tersebut kepada AFP.
Serangan itu menjadi yang pertama menghantam kawasan tersebut dalam hampir satu bulan terakhir.
Mengutip TRT World, Kamis, 7 Mei 2026, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan militernya menargetkan "komandan pasukan Radwan Hizbullah," yang menurut sejumlah sumber diidentifikasi sebagai Malek Ballout, komandan operasi pasukan tersebut.
Serangan itu menghantam sebuah apartemen di Ghobeiri, lokasi yang disebut menjadi tempat para pemimpin Radwan menggelar pertemuan.
Beirut dan wilayah pinggiran selatannya sebelumnya tidak mengalami serangan Israel sejak 8 April, setelah rentetan serangan besar yang menewaskan lebih dari 350 orang.
Meski gencatan senjata telah berlaku sejak 17 April, sebagian besar warga disebut belum kembali ke wilayah yang menjadi basis kuat Hizbullah tersebut.
Eskalasi terbaru ini terjadi bersamaan dengan pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengatakan terdapat "peluang sangat baik" untuk mencapai kesepakatan damai dengan Iran.
Serangan di Lebanon Terus Berlanjut
Sebelumnya pada Rabu, sedikitnya 16 orang dilaporkan tewas akibat serangan di wilayah selatan dan timur Lebanon.Di Saksakiyeh, empat orang meninggal dan 33 lainnya terluka, termasuk perempuan dan anak-anak.
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan lembaganya telah memverifikasi 152 serangan terhadap fasilitas kesehatan yang menyebabkan 103 kematian dan penutupan tiga rumah sakit.
Serangan Israel sejak 2 Maret disebut telah menewaskan lebih dari 2.700 orang dan membuat lebih dari satu juta warga mengungsi.
Meski gencatan senjata secara teknis masih berlaku, ketentuannya tetap memungkinkan Israel bertindak terhadap "serangan yang direncanakan, akan segera terjadi, atau sedang berlangsung."
Namun sumber Hizbullah membantah ada komandan militer tingkat tinggi dari Pasukan Radwan maupun Hizbullah secara umum yang terdampak dalam serangan terbaru tersebut.
Terlepas dari perbedaan klaim itu, serangan ke wilayah pinggiran selatan Beirut, salah satu kawasan terpadat di sekitar ibu kota memunculkan kekhawatiran serius.
Banyak warga sebelumnya telah kembali ke kawasan tersebut setelah gencatan senjata diberlakukan karena menganggap situasi sudah aman.
Serangan hari ini disebut menjadi indikasi paling jelas sejauh ini bahwa Israel berniat terus melancarkan serangan ke wilayah mana pun yang dianggap mengancam keamanan nasionalnya.