Jamkrindo Syariah Perkuat Ekosistem Penjaminan Syariah Berkelanjutan di 2026

Ilustrasi, Gedung Jamkrindo Syariah. Foto: dok Jamkrindo Syariah.

Jamkrindo Syariah Perkuat Ekosistem Penjaminan Syariah Berkelanjutan di 2026

Husen Miftahudin • 21 January 2026 16:30

Jakarta: PT Jamkrindo Syariah mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025 dan menjadikannya sebagai pijakan untuk melakukan penajaman strategi pada 2026. Pemegang Saham Pengendali mengapresiasi kinerja jajaran komisaris, direksi, dan seluruh insan perusahaan, seraya mendorong fokus baru yang menekankan eksekusi lebih presisi dan berdampak guna memperkuat keberlanjutan ekosistem penjaminan syariah.

Plt Direktur Utama PT Jamkrindo Abdul Bari selaku Pemegang Saham Pengendali PT Jamkrindo Syariah, mengatakan perubahan fokus tersebut diperlukan untuk merespons dinamika industri penjaminan yang semakin kompetitif, perkembangan regulasi, serta percepatan transformasi digital. Menurut dia, perusahaan tidak lagi cukup hanya mengejar pertumbuhan, tetapi harus memastikan kualitas pertumbuhan agar berkelanjutan.

"2026 bukan tahun untuk sekadar melanjutkan, melainkan untuk mengeksekusi dengan lebih presisi, lebih cepat, dan lebih berdampak," ujar Abdul Bari dalam Rapat Kerja Nasional PT Jamkrindo Syariah 2026 di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis, Rabu, 21 Januari 2026.

Ia menjelaskan, capaian kinerja sepanjang 2025 menjadi fondasi penting untuk memasuki fase berikutnya. Namun, Abdul Bari mengingatkan pertumbuhan yang tidak disertai kualitas justru berpotensi menimbulkan risiko di masa depan.

"Pertumbuhan tanpa kualitas pada akhirnya akan menjadi beban klaim, beban reputasi, beban modal, dan beban moral organisasi," ungkap dia.

Oleh karena itu, Jamkrindo Syariah akan melakukan penataan ulang atau reshaping organisasi agar lebih fokus, tajam, dan relevan dengan tantangan bisnis ke depan. Abdul Bari menegaskan reshaping bukan dilakukan karena strategi sebelumnya keliru, melainkan sebagai respons atas perubahan lingkungan bisnis yang bergerak semakin cepat.

"Reshaping berarti membentuk ulang, bukan karena yang lama tidak baik, tetapi karena dunia bergerak lebih cepat," tutur dia.
 

Baca juga: Mengenal Asuransi Syariah: Prinsip, Hukum, Keunggulannya
 

Dorong pola kepemimpinan yang lebih operasional


Selain penajaman fokus bisnis, perusahaan juga mendorong perubahan cara kerja dengan menempatkan disiplin eksekusi sebagai ukuran utama kinerja. Menurut Abdul Bari, perencanaan yang baik tidak akan bermakna tanpa pelaksanaan yang konsisten di lapangan.

"Keunggulan itu tidak datang dari rencana yang indah, melainkan dari eksekusi yang disiplin dan SDM yang berdaya," tegas Abdul Bari.

Dalam konteks tersebut, Jamkrindo Syariah mendorong pola kepemimpinan yang lebih operasional, di mana pemimpin berperan sebagai coach. Setiap program diarahkan memiliki penanggung jawab yang jelas, target terukur, serta mekanisme pemantauan yang konsisten. Kolaborasi antara kantor pusat, wilayah, dan cabang juga diperkuat agar strategi tidak berhenti pada tataran perencanaan.

Perubahan fokus pada 2026 turut disertai penguatan manajemen risiko berbasis data dan analytics. Abdul Bari menilai, pengambilan keputusan bisnis ke depan tidak lagi memadai jika hanya mengandalkan intuisi dan pengalaman.

"Keputusan bisnis di masa depan tidak lagi cukup berbasis intuisi dan pengalaman semata, melainkan harus data-driven," jelas dia.

Pemanfaatan data diharapkan menjadi bagian dari budaya kerja, mulai dari tahap perencanaan, eksekusi, hingga pemantauan portofolio serta deteksi dini potensi klaim. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan sekaligus memperkuat ketahanan perusahaan.


(Ilustrasi. Foto: dok Istimewa)
 

Tata kelola dan integritas jadi fondasi utama keberlanjutan


Di sisi lain, tata kelola dan integritas tetap ditempatkan sebagai fondasi utama keberlanjutan. Abdul Bari menegaskan kepercayaan merupakan aset strategis dalam industri penjaminan syariah.

"Pertumbuhan yang excellence hanya dapat dicapai apabila didukung oleh tata kelola yang baik, kepatuhan terhadap ketentuan, serta integritas seluruh insan perusahaan tanpa kompromi," papar Abdul Bari.

Dengan penajaman strategi tersebut, Jamkrindo Syariah menargetkan 2026 sebagai momentum untuk memperkuat perannya dalam ekosistem penjaminan syariah nasional sekaligus memastikan pertumbuhan perusahaan berjalan lebih terukur dan berkelanjutan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)