Presiden Prancis Emmanuel Macron. (Anadolu Agency)
Macron Sebut Rusia Coba Hancurkan Ukraina Lewat 'Teror'
Willy Haryono • 23 August 2026 08:35
Paris: Presiden Prancis Emmanuel Macron menuding Rusia berusaha "menghancurkan Ukraina melalui teror" setelah serangan "dua gelombang" menghantam sebuah pusat perbelanjaan di Kryvyi Rih, Ukraina, dan menewaskan serta melukai banyak warga sipil.
"Rusia berusaha menghancurkan Ukraina melalui teror. Mereka tidak akan berhasil. Bersatu bersama Ukraina, kami akan memastikan hukum dan keadilan mengalahkan kekuatan," kata Macron melalui X, yang dikutip TRT World, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Macron mengatakan telah berbicara dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky setelah serangan tersebut dan menyampaikan "kengerian" serta keprihatinannya.
"Dengan serangan-serangan ini dan serangan yang terjadi pekan ini terhadap Kyiv, Rusia terus dan meningkatkan kejahatan agresinya," ujarnya.
Menurut Macron, serangan terhadap warga sipil serta strategi intimidasi dan eskalasi yang dilakukan Rusia menunjukkan upaya Moskow untuk menampilkan kekuatan.
"Namun, hal tersebut justru menunjukkan pengakuan atas kelemahan," katanya.
Macron mengatakan Prancis akan memperkuat dukungannya kepada Ukraina dengan memasok rudal pencegat serta melanjutkan kerja sama melalui Anti-Missile Coalition. Ia juga menyerukan negara-negara lain yang memiliki kemampuan terkait untuk ikut dalam upaya tersebut.
Macron dan Zelensky Bahas Dukungan Militer
Zelensky mengatakan dalam pembicaraannya dengan Macron, kedua negara sepakat mempercepat pengiriman peralatan militer dan rudal Prancis ke Ukraina."Terima kasih telah mengonfirmasi kesiapan untuk memberikan lisensi produksi rudal," tulis Zelensky melalui X.
Keduanya juga membahas upaya diplomatik bersama mitra Ukraina serta komunikasi dengan tim Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Menurut Zelensky, pembicaraan tersebut diarahkan untuk membuka peluang diplomatik tambahan dalam upaya mengakhiri perang.
Zelensky mengatakan mereka juga membahas kebutuhan pendanaan pertahanan Ukraina untuk tahun ini dan tahun depan serta percepatan implementasi sejumlah perjanjian pertahanan bilateral.
"Kami berbicara selama hampir dua jam hari ini tentang semua isu yang paling penting," ujarnya.
Zelensky juga menyambut kesiapan Prancis membantu berkomunikasi dengan negara-negara lain yang memiliki rudal untuk sistem pertahanan udara Patriot.
Macron menegaskan tekanan terhadap Rusia harus terus ditingkatkan selama Moskow menolak menghentikan permusuhan dan mencapai perdamaian.
"Kita juga harus terus meningkatkan tekanan terhadap Rusia selama mereka memilih untuk menolak penghentian permusuhan dan perdamaian," katanya.
Macron dan Zelenskyy turut membahas persiapan pertemuan Coalition of the Willing yang dijadwalkan berlangsung Senin besok. Keduanya membicarakan upaya mencapai perdamaian dengan tetap menghormati hak-hak Ukraina serta memastikan jaminan keamanan bagi Ukraina dan Eropa.
Baca juga: Serangan Drone Rusia di Pusat Perbelanjaan Ukraina Tewaskan 16 Orang, 130 Terluka