Ketua Parlemen Iran Desak Gunakan Mata Uang Nasional untuk Gebuk Dominasi Dolar

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf. Foto: Anadolu

Ketua Parlemen Iran Desak Gunakan Mata Uang Nasional untuk Gebuk Dominasi Dolar

Fajar Nugraha • 21 August 2026 20:10

Teheran: Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf menyerukan kepada Teheran dan Baghdad untuk melakukan perdagangan bilateral menggunakan mata uang nasional masing-masing guna "memukul" dominasi dolar Amerika Serikat (AS).

Qalibaf menyampaikan pernyataan tersebut dalam pertemuan dengan para pelaku bisnis Iran dan Irak di Kedutaan Besar Iran di Baghdad pada Kamis 20 Agustus 2026. Rincian pertemuan itu dipublikasikan pada Jumat oleh ICANA, kantor berita yang berafiliasi dengan parlemen Iran.

"Hari ini, kita bisa melakukan perdagangan menggunakan mata uang nasional dan memukul dominasi dolar AS," ujar Qalibaf, seperti dikutip Anadolu, Jumat 21 Agustus 2026.

Ia menyatakan bahwa era dominasi AS atas dunia telah berakhir, namun menyebutkan bahwa Iran dan Irak belum cukup memanfaatkan peluang yang muncul dan masih terus melakukan perdagangan dengan metode yang sudah digunakan sejak 50 tahun lalu.

Qalibaf, yang memulai kunjungannya ke Irak pada hari Rabu, mengatakan bahwa Washington dan Israel telah menyadari ketidakmampuan mereka mengalahkan Iran dan Irak melalui perang militer konvensional, sehingga beralih ke "perang kognitif dan ekonomi."

Menepis anggapan bahwa Iran menginginkan perang, Qalibaf mengatakan bahwa mereka yang pernah mengalami konflik lebih memahami nilai perdamaian dibandingkan mereka yang hanya sekadar membicarakannya.

Ia juga berpendapat bahwa diplomasi hanya akan efektif jika didukung oleh kesiapan militer.

"Kami meyakini bahwa diplomasi memiliki nilai dan dapat berjalan maju ketika kita siap untuk berperang. Jika kita tidak siap untuk berperang, tidak akan ada pihak yang menanggapi kita saat kita menggunakan diplomasi," pungkas Qalibaf.

(Fajar Nugraha)