Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar. Foto: Metro TV/ Muhammad Adyatma Damardjati
Menag Harap Peringatan Maulid Nabi di Istiqlal Bukan Sekadar Seremonial
Muhammad Adyatma Damardjati • 25 August 2026 12:13
Jakarta: Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW harus dimaknai lebih dari sekadar kegiatan perayaan tahunan. Seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, diajak untuk secara aktif meneladani sifat luhur dan kepemimpinan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Hal tersebut disampaikan Nasaruddin saat menghadiri perayaan Maulid Nabi 12 Rabiul Awal 1448 H di Masjid Istiqlal, Jakarta. Ia menyoroti pentingnya merefleksikan kembali berbagai aspek keteladanan dari sosok Nabi Muhammad secara komprehensif.
"Semoga bukan hanya kita seremonial memperingati Maulid-nya, tetapi mari kita meneladani sikap, cara bicaranya Nabi yang begitu santunnya, perbuatan Nabi yang begitu cemerlangnya, ya, kemudian juga kebijakan-kebijakan yang begitu adilnya," kata Nasaruddin, Selasa, 25 Agustus 2026.
"Kita ada berbagai macam perlombaan dalam rangka memeriahkan Maulid Nabi ini supaya nanti insyaallah kelompok milenial kita ini juga ya, kelompok-kelompok muda kita itu bisa sejak dini meneladani sikap Nabi Muhammad," ujar Menag.
Nasaruddin menekankan sosok Nabi Muhammad memiliki rekam jejak keteladanan yang sempurna pada setiap fase kehidupannya. Keteladanan tersebut tidak hanya relevan pada masa kenabian, melainkan sudah terbentuk sejak usia dini.

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar. Foto: Metro TV/ Muhammad Adyatma Damardjati
"Karena Nabi Muhammad pernah menjadi muda dan keteladanan kita bukan hanya ketika sudah menjadi Nabi. Mulai dari anak kecil, Nabi itu pantas menjadi contoh; remaja pantas menjadi contoh; pemuda pantas menjadi contoh; apalagi setelah menjadi Nabi," ungkap Nasaruddin.
Penerapan nilai-nilai keteladanan tersebut dinilai memiliki dampak yang sangat krusial bagi kemajuan suatu negara. Ia meyakini akhlak luhur yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad sangat relevan untuk diadaptasi oleh seluruh warga negara demi membangun peradaban yang maju.
"Kita sangat yakin kalau bangsa, warga negara ini, apa pun agamanya, mencontoh pribadi-pribadi luhur seperti Nabi Muhammad SAW, maka insyaallah negara itu akan besar, bangsa itu akan besar," kata Nasaruddin.