Lembaga Tahanan Palestina Desak Dunia Bertindak atas Rencana Eksekusi Israel

Warga Palestina yang ditahan oleh Israel. Foto: Anadolu

Lembaga Tahanan Palestina Desak Dunia Bertindak atas Rencana Eksekusi Israel

Fajar Nugraha • 20 August 2026 11:56

Ramallah: Abdullah al-Zaghari, kepala Lembaga Tahanan Palestina (Palestine Prisoner Society) menyerukan aksi internasional setelah menerima laporan bahwa Israel mulai menyiapkan sebuah ruangan untuk melaksanakan eksekusi bagi tahanan Palestina yang dijatuhi hukuman mati.

Mengutip Anadolu, Kamis 20 Agustus 2026 Israel menahan sekitar 9.400 warga Palestina, termasuk 94 perempuan, lebih dari 350 anak-anak, 3.244 tahanan administratif, dan 1.320 orang.

Zaghari menilai tindakan tersebut sebagai wujud komitmen berkelanjutan dari rezim pendudukan Israel untuk mengimplementasikan provokasi dan regulasi yang telah disahkan ke dalam tindakan nyata berupa eksekusi terhadap para tahanan Palestina.

Ia menambahkan bahwa aksi tersebut merupakan pelanggaran terhadap hak asasi manusia dikarenakan Israel menggunakan warga Palestina sebagai alat dalam negosiasi politik.

Zaghari juga mendesak komunitas internasional untuk turun tangan, mengingat sikap diam mereka dalam beberapa waktu terakhir dinilai membuat Israel merasa leluasa melakukan tindakan tersebut.

Sebelumnya, kantor Menteri Keamanan Nasional Israel dari sayap kanan ekstrem, Itamar Ben-Gvir, bikin geram komunitas internasional. 

Mengutip Channel 24, ia menyatakan pada Selasa 18 Agustus bahwa sayap pertama untuk tahanan Palestina yang dijatuhi hukuman mati sedang disiapkan, termasuk ruang khusus untuk melakukan eksekusi.

Menurut lembaga penyiaran tersebut, Israel sebelumnya pernah melaksanakan hukuman mati pada 1962, ketika pejabat Nazi Adolf Eichmann dieksekusi.

(Razaqa Hariz)

(Fajar Nugraha)