BKPM Catat Investasi RI Nyaris Rp500 Triliun di Triwulan I-2026

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani. Foto: tangkapan layar YouTube.

BKPM Catat Investasi RI Nyaris Rp500 Triliun di Triwulan I-2026

Ade Hapsari Lestarini • 23 April 2026 15:58

Jakarta: Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi triwulan pertama 2026 adalah sebesar Rp498,8 triliun.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan, angka ini naik 7,2 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), dengan realisasi tahun lalu adalah senilai Rp465,2 triliun.

"Capaian realisasi investasi pada triwulan I-2026 tercatat Rp498,8 triliun, dengan penyerapan tenaga kerjanya adalah 706.569 atau naik 18,9 persen secara year-on-year," kata Rosan, dalam jumpa pers di Jakarta, dilansir Antara, Kamis, 23 April 2026.

Lebih lanjut, ia mengatakan, capaian realisasi kuartal pertama ini adalah sebesar 24,4 persen dari target yang dicanangkan tahun ini yaitu Rp2.041,3 triliun. Ia pun merinci dari total investasi yang masuk ke Indonesia, besaran penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan modal asing (PMA) hampir sama.

Sementara untuk PMDN memiliki rasio 49,9 persen dari keseluruhan capaian dengan nilai Rp248,8 triliun (naik enam persen secara tahunan). Sementara, rasio PMA adalah 50,1 persen dengan nilai Rp250 triliun.


Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani. Foto: Metrotvnews.com/Husen Miftahudin.
 

5 negara teratas penanam modal investasi


Adapun Menteri Rosan mengatakan lima negara teratas yang menjadi penanam modal investasi yaitu Singapura kurang lebih USD4,6 miliar, Hong Kong (Tiongkok) USD2,7 miliar, Tiongkok USD2,2 miliar, Amerika Serikat USD1,3 miliar, dan Jepang USD1 miliar.

Sementara itu, ia juga menyebut sektor-sektor yang mendapatkan suntikan modal terbanyak, yaitu industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya (Rp69,4 triliun); jasa lainnya (Rp64,2 triliun); pertambangan (Rp51,9 triliun); perumahan, kawasan industri, dan perkantoran (Rp48 triliun); transportasi, gudang, dan telekomunikasi (Rp45,4 triliun).

"Sementara, kalau kita lihat daerah realisasi PMDN dan PMA triwulan I-2026 adalah Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, dan Sulawesi Tengah," ujar Rosan.

Ia pun berharap tren positif ini dapat dipertahankan memasuki triwulan II-2026 sekaligus mewujudkan target investasi nasional tahun ini.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Ade Hapsari Lestarini)