Masyarakat Diajak Punya Tas Siaga Bencana, Apa Saja Isinya?

Ilustrasi tas siaga. (dok. bpbd.malangkota.go.id.)

Masyarakat Diajak Punya Tas Siaga Bencana, Apa Saja Isinya?

Riza Aslam Khaeron • 14 September 2026 14:05

Jakarta: Berbagai bencana alam terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut mengingatkan masyarakat untuk lebih siap menghadapi keadaan darurat dan mengetahui langkah yang perlu dilakukan ketika bencana terjadi.

Salah satu persiapan yang bisa dilakukan di tingkat keluarga yakni menyiapkan Tas Siaga Bencana (TSB). Alat ini dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar ketika warga harus bertahan sementara atau melakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui buku saku Tanggap Tangkas Tangguh Menghadapi Bencana memberikan panduan mengenai perlengkapan yang perlu disiapkan dalam TSB. Tas tersebut sebaiknya menggunakan bahan tahan air dan dipersiapkan untuk membantu keluarga bertahan selama kurang lebih tiga hari ketika bantuan belum datang.

Lalu, apa saja yang perlu dibawa dalam Tas Siaga Bencana? Simak penjelasan berikut.

Daftar Barang yang Perlu Disiapkan dalam Tas Siaga Bencana


Ilustrasi: Gunung Ibu di Halmahera Barat meletus. ANTARA/HO- PGA Gunung Ibu

BNPB mencantumkan 11 jenis perlengkapan yang dapat dimasukkan ke dalam TSB untuk memenuhi kebutuhan dasar selama sekitar tiga hari. Berikut barang-barang yang perlu disiapkan:
  1. Uang Tunai
    Sediakan uang tunai secukupnya untuk membeli kebutuhan atau perbekalan selama kurang lebih tiga hari.
  2. Makanan Ringan Tahan Lama
    Pilih makanan yang tidak mudah rusak dan dapat bertahan dalam kondisi darurat, seperti mi instan, biskuit, abon, dan cokelat.
  3. Air Minum
    Air menjadi kebutuhan utama yang perlu tersedia selama masa bertahan atau proses evakuasi.
  4. Kotak Obat-obatan atau P3K
    Isi dengan obat-obatan pribadi dan obat umum lainnya yang dibutuhkan untuk menangani kondisi kesehatan selama keadaan darurat.
  5. Pakaian untuk Tiga Hari
    Perlengkapan dapat berupa pakaian dalam, celana panjang, jaket, selimut, handuk, hingga jas hujan.
  6. Surat-Surat Penting
    Dokumen penting yang perlu diamankan antara lain surat tanah, surat kendaraan, ijazah, dan akta kelahiran.
  7. Alat Bantu Penerangan
    Senter, headlamp, korek api, dan lilin dapat disiapkan untuk membantu penerangan ketika listrik padam atau kondisi sekitar gelap.
  8. Radio atau Ponsel
    Siapkan radio atau ponsel lengkap dengan baterai, charger, atau power bank. Peralatan tersebut dapat digunakan untuk memantau informasi terbaru mengenai kondisi bencana.
  9. Masker
    Masker dapat digunakan untuk membantu menyaring udara yang kotor atau tercemar sehingga mengurangi paparan saat berada di lingkungan terdampak bencana.
  10. Peluit
    Peluit berguna untuk memberikan tanda kepada orang lain atau petugas penyelamat ketika membutuhkan pertolongan dalam situasi darurat.
  11. Perlengkapan Mandi
    Peralatan seperti sabun mandi, sikat gigi, pasta gigi, sisir, serta cotton bud dapat dimasukkan untuk menjaga kebersihan selama berada di tempat pengungsian atau lokasi evakuasi.
     

Langkah-Langkah yang Perlu Dilakukan Saat Bencana

Selain menyiapkan perlengkapan, masyarakat juga perlu mengetahui tindakan yang tepat ketika bencana terjadi. BNPB mengingatkan beberapa hal yang perlu diperhatikan, mulai dari menilai kondisi sekitar hingga menentukan apakah harus tetap berada di lokasi atau segera berpindah.
  • Kaji Situasi
    Kenali jenis bencana yang terjadi dan perhatikan kondisi di sekitar sebelum mengambil tindakan. Setelah itu, tentukan apakah situasi mengharuskan Anda tetap berada di tempat atau melakukan evakuasi.
  • Cari Air Bersih dan Pastikan Dapat Bernapas
    Apa pun jenis bencananya, udara yang aman tetap menjadi kebutuhan penting. Lindungi mulut dengan kain atau masker dan cari sumber udara yang bersih jika kondisi sekitar dipenuhi debu atau udara tercemar.
  • Lindungi Diri dari Reruntuhan dan Beri Sinyal Pertolongan
    Jika terjebak di dalam reruntuhan, cari celah yang memungkinkan Anda tetap bernapas. Anda dapat melempar benda, meniup peluit, atau membuat suara menggunakan benda di sekitar untuk menarik perhatian penolong.
  • Pastikan Kebersihan dan Sanitasi
    Ketersediaan air yang layak diminum serta kondisi sanitasi perlu diperhatikan selama berada dalam situasi darurat. Hal tersebut penting untuk menjaga kebersihan dan mengurangi risiko gangguan kesehatan.
  • Tentukan Apakah Perlu Tinggal atau Berpindah
    Keputusan untuk bertahan di lokasi atau mencari tempat lain perlu disesuaikan dengan tingkat bahaya. Jika kondisi masih aman, tetaplah di tempat sambil mencari informasi terbaru mengenai situasi bencana.
  • Segera Berpindah jika Situasi Membahayakan
    Jika kondisi mengharuskan evakuasi, buat keputusan dengan cepat dan bergerak menuju lokasi yang lebih aman. Ikuti arahan pemerintah setempat, terutama ketika terdapat instruksi resmi mengenai proses evakuasi.
Itulah sejumlah perlengkapan yang perlu disiapkan dalam Tas Siaga Bencana untuk menghadapi kondisi darurat. Kesiapan sejak sebelum bencana terjadi dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar dan melakukan evakuasi dengan lebih cepat ketika situasi mengharuskan berpindah.

(Angel Rinella)

(Riza Aslam Khaeron)