Petugas gabungan saat melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan TNBTS/Polres Malang.
Water Bombing Dikerahkan Tangani Karhutla di Gunung Butak dan Kawinajang
Daviq Umar Al Faruq • 14 September 2026 13:22
Malang: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan sabana antara Gunung Butak dan Gunung Kawinajang di Kabupaten Malang, Jawa Timur, kian mengkhawatirkan. Titik api yang masih menyala memicu pengerahan armada water bombing guna mempercepat penanganan dari udara.
Kondisi darurat tersebut direspon cepat oleh Polres Batu dengan memimpin apel kesiapan penanganan bencana di Pos Penanggulangan Bencana, Dusun Tulungrejo, Desa Pujon Kidul, Senin, 14 September 2026. Sebanyak 50 personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Perhutani, hingga relawan dikerahkan untuk menyisir kawasan terdampak.
Kapolres Batu Polda Jatim, AKBP Aris Purwanto, menegaskan bahwa seluruh jajaran telah ditetapkan dalam status siaga darurat sejak akhir Agustus lalu. Mengingat medan ekstrem dan angin kencang, ia meminta seluruh tim di lapangan ekstra waspada saat memadamkan api.
"Dalam pelaksanaan tugas, personel harus mengetahui jalur, cuaca, serta medan di lokasi. Kita harus mendapatkan informasi yang valid mengenai lokasi titik api agar mampu mengambil langkah-langkah tepat untuk mencegah meluasnya kebakaran," ujar AKBP Aris.

Apel kesiapan penanganan bencana di Pos Penanggulangan Bencana, Dusun Tulungrejo, Desa Pujon Kidul, Senin, 14 September 2026/Polres Batu.
Kapolres juga menginstruksikan ketatnya penjagaan di posko penanggulangan guna melarang warga beraktivitas di dalam hutan. Sinergi lintas sektoral dianggap menjadi kunci utama agar operasi pemadaman tidak memakan korban jiwa.
"Tetap kita tidak boleh lengah, kita jaga kekompakan, kesehatan, dan keselamatan. Upaya yang kita lakukan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan," tambah Aris.
"Hari ini ada pengerahan water bombing untuk upaya memadamkan api dari udara. Kami juga mengingatkan para relawan agar senantiasa memperhatikan medan, cuaca, dan jalur yang dilewati mengingat angin kencang berpotensi meniup sisa bara api hingga memicu titik api baru," jelas Kelik.
Terpisah, Kasi Humas Polres Batu, Iptu M Huda Rohman, menyampaikan bahwa mitigasi kini diperluas hingga ke wilayah perbatasan Blitar. Langkah antisipasi ini diambil mengingat pergerakan arah angin berpotensi membawa dampak kebakaran ke wilayah tetangga.
Pihak kepolisian mengimbau warga sekitar lereng gunung untuk sepenuhnya menjauhi area hutan sampai situasi dinyatakan kondusif. Hingga kini, operasi gabungan pemadaman darat dan udara masih terus berlangsung di titik-titik rawan.